Klinik Apung Tetap Layani Masyarakat Pesisir Lobar di Tengah Pandemi

Klinik Apung Rumah Cerdas turun melakukan pelayanan kepada masyakarat pesisir di Lobar. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Di tengah pandemi Covid-19, Klinik Apung Rumah Cerdas Lembar Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tetap melayani masyarakat pesisir. Namun pelayanan kepada masyarakat masih terbatas. Klinik apung mulai aktif pekan lalu hanya turun melayani kesehatan masyarakat. Sedangkan pelayanan perpustakaan bagi anak-anak belum dibuka.

Pelayanan klinik apung disambut antusias warga. Puluhan warga setempat yang dilayani cek kesehatan berharap agar pelayanan tetap dilakukan, karena sejak terjadi wabah virus Corona, praktis masyarakat tidak terlayani dari sisi pemeriksaan kesehatan. Rencananya, klinik apung akan turun lagi dua pekan ke depan ke beberapa daerah pesisir di Sekotong.

Iklan

Ketua Sanggar Belajar Rumah Cerdas, Evi Febriana, M.Pd mengatakan aktivitas pertama kali klinik apung mulai aktif lagi setelah lama terhenti akibat Corona. “Kegiatan rumah apung turun pelayanan ke masyarakat pesisir Cemare-Lembar dimulai Rabu lalu setelah terhenti lama akibat Corona,”Jelas Evi.

Dampak Corona, klinik apung baru diizinkan lagi turun melakukan pelayanan. Pihaknya turun memantau kesehatan masyarakat di daerah pesisir Cemare Lembar. Tim klinik apung turun mengunakan alat pelindung diri. Warga juga diharuskan memakai masker. Selain itu, pihaknya melayani masyarakat yang memeriksakan kesehatan seperti cek tensi,cek asam urat.

Respons masyarakat sendiri kata dia, sangat besar. Banyak warga yang memeriksakan diri, karena selama pandemi, mereka tidak pernah berobat dan memeriksakan kesehatan karena tidak berani ke rumah sakit atau puskesmas. Selain itu, kegiatan posyandu juga minim. Keluhan kesehatan yang banyak dialami warga, yakni asam urat dan keluhkan lain. “Makanya teman-teman lakukan cek asam urat, karena itu banyak keluhan warga,”imbuh dia.

Warga yang dilayani mencapai puluhan, sebagian besar berusia lanjut. Untuk saat ini pelayanan klinik apung dibatasi, pihaknya fokus pada penanganan kesehatan. Karena dampak Corona ini, tim kesehatan klinik apung ingin memantau kondisi kesehatan warga.

Sedangkan untuk pelayanan pendidikan, pihaknya belum berani membuka pelayanan perpustakaan bagi anak-anak. Karena dari pihak kesehatan berhati-hati memberikan izin untuk melayani anak-anak, karena khawatir penularan Corona. Pada saat pelayanan klinik apung, juga dipantau langsung oleh aparat Bhabinkamtibmas Babinsa dan aparat desa.

Kegiatan selanjutnya, pihaknya akan ke wilayah sasaran lain seperti Gili Fede. Namun jadwal ini akan melihat kondisi karena cuaca kurang bagus. “Kami sudah jadwalkan pekan depan, tapi melihat situasi dan kondisi cuaca,”imbuh dia. Ia menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan pelayanan setiap hari di Cemare. Pihaknya masih tahap mengurus administrasi perizinan untuk klinik pertama. (her)