Klaster Perkantoran Dikes Bima Telan Korban, Seorang ASN Meninggal

Pemakaman Tn. F, ASN Dikes Kabupaten Bima yang positif Covid-19 dengan menerapkan SOP Prokes Covid-19, Rabu malam, 21 Oktober 2020.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) -Semenjak Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima dr. Ganis Kristianto terkonfirmasi Covid-19 satu bulan yang lalu, Kantor Dikes setempat kini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Bahkan dari klaster tersebut seorang ASN Dikes Kabupaten Bima, inisal F, warga Kelurahan Rabangodu Selatan Kota Bima meninggal dunia dan dinyatakan positif Covid-19 di RSUD Bima, Rabu, 21 Oktober 2020. Proses pemakaman pria berusia 47 tahun itu dilakukan sesuai SOP protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Iklan

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bima, Rifai, S.Sos., M.AP., mengaku pasien F masuk di ruang isolasi Covid-19 RSUD Bima sejak tanggal 19 Oktober 2020 sekitar pukul 17.35 wita dengan keluhan sesak napas dan gelisah.

Dua hari dirawat, pasien dinyatakan meninggal dunia pada Rabu siang, 21 Oktober 2020. Pihak dokter berupaya memijat jantungnya selama 3 siklus. Setelah tiga menit dilakukan pemijatan, arteri karotis tidak teraba dan pupil midriasis maksimal.”Upaya medis telah dilakukan tapi tidak bisa diselamatkan. Pasien dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.00 wita,” katanya.

Rifai mengaku riwayat pasien positif Covid-19 telah diketahui yakni lantaran di Dikes Kabupaten Bima ada belasan orang yang postif, setelah Kepala Dikes yang pertama kali positif dan selanjutnya dilakukan swab massal lebih kurang 1 bulan yang lalu. “Jadi almarhum dipastikan penularan dengan klaster Kantor Dikes Kabupaten Bima,” ujarnya.

Meski demikian, kantor Dikes yang berada di komplek Kantor Bupati Bima di Desa Palipena Kecamatan Woha akan tetap dibuka seperti biasa. Namun penerapan prokes Covid-19 akan lebih diperketat. “Hari ini juga untuk kesekian kalinya kantor Dikes disemprot disinfektan,” pungkasnya. (uki)