Klaster Perkantoran dan Keluarga Naik, Sumber Penularan 44 Persen Kasus Covid-19 di NTB Belum Diketahui

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mencatat, kasus Covid-19 dari klaster perkantoran dan klaster keluarga cenderung mengalami kenaikan. Awal pekan ini, ada empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat provinsi yang ditutup untuk keperluan tracing kontak dan disinfeksi.

Selain itu, Dikes NTB juga mengingatkan masyarakat untuk melaksanakan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan meminimalisir mobilitas. Pasalnya, sebanyak 44 persen kasus positif Covid-19 yang terjadi di NTB, sumber penularannya belum diketahui.

Iklan

‘’Ingat, 44 persen kasus di NTB itu tidak diketahui klasternya. Itu yang menyebabkan belum selesai penularan,’’ ujar Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., dikonfirmasi di Mataram, Selasa, 19 Januari 2021 mengingatkan.

Dibandingkan klaster perkantoran dan klaster keluarga, Eka mengatakan lebih cepat dilakukan untuk memutus mata rantai penularan. Karena begitu ada satu atau dua orang ASN yang terpapar Covid-19 di suatu OPD. Maka langsung OPD tersebut ditutup untuk dilakukan tracing kontak dan disinfeksi.

Sekarang kata Eka, kasus Covid-19 dari klaster perkantoran dan klaster keluarga mulai ada peningkatan. Untuk kasus Covid-19 di perkantoran, ada empat OPD yang ditutup. Yaitu, satu bidang di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Biro Umum, Balai Pengujian di Dinas PUPR NTB.

Sedangkan klaster keluarga, kata Eka mulai ada peningkatan jumlah kasus di Kota Mataram. Secara nasional, kata Eka, kasus klaster keluarga juga naik.  Sehaingga, hal ini akan menjadi dasar membuat kebijakan.

‘’Kalau klaster keluarga makin naik, tentunya isolasi mandiri ndak boleh. Jakarta sudah memutuskan tidak isolasi mandiri. Karena klaster keluarga naik,’’ katanya.

Orang yang melakukan isolasi mandiri harus benar-benar patuh. Ketika mereka tidak patuh, maka akan berbahaya bagi keluarganya dan orang lain.

‘’Itu salah satu yang menyebabkan terjadinya penularan klaster keluarga. Kemudian kita tahu itu kebanyakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Sehingga dia tak sadar menulari,’’ tandasnya. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional