Klaster Liburan Muncul di Mataram

I Nyoman Swandiasa. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Memasuki minggu kedua Januari 2021 Satgas Covid-19 Kota Mataram mencatat munculnya klaster baru penularan virus. Klaster tersebut disinyalir muncul dari kegiatan massal selama libur natal dan tahun baru 2020-2021 yang sulit dihindari.

“Jadi sekarang bervariasi. Sekarang data yang ada sudah kombinasi, sebagian merupakan klaster perkantoran, dan sebagian lagi merupakan klaster dari kegiatan akhir tahun kemarin,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa saat dikonfirmsai, Minggu, 10 Januari 2021.

Iklan

Diterangkan, berdasarkan pantauan pihaknya selama libur natal dan tahun baru memang ada beberapa aktivitas masyarakat yang dilakukan di luar rumah dengan berkerumun. “Itu salah satu yang mengakibatkan angka penularan kita meningkat,” jelasnya.

Kendati telah dilakukan berbagai macam upaya untuk menekan angka penularan tersebut, mobilisasi masyarakat selama libur natal dan tahun baru diakuinya cukup sulit dibendung. Menurut Nyoman, peningkatan kasus telah diprediksi oleh Satgas Covid-19 Kota Mataram.

“Kita prediksi bahwa pertengahan sampai akhir Januari nanti kita akan mengalami puncak penularan Covid-19. Karena berdasarkan analisa, jarak antara orang kontak dengan penderita hingga muncul kasus baru itu sekitar 7-10 hari. Jadi kasus yang ada hari ini adalah dampak dari libur panjang dan aktivitas berkerumun di luar rumah selam libur natal dan tahun baru itu,” ujar Nyoman.

Di sisi lain, pihaknya juga mengatensi penerapan protokol kesehatan yang dinilai mulai kendor di masyarakat. Padahal imbauan dan penegakan Perda NTB Nomor 7/2020 dan Perwali Nomor 34/2020 terus dilakukan sebagai upaya menekan angka penularan.

Untuk itu pihaknya saat ini tengah mendorong kembalinya penangan Covid-19 berbasis lingkungan (PCBL), di mana program tersebut tengah menjadi bahan evaluasi dari Satgas Covid-19 Kota Mataram. “Sekarang sudah mulai kita jalankan lagi. Termsauk razia masker yang tetap dilakukan di berbagai titik, dan banyak yang sudah menerika sanksi baik sosial maupun administratif,” jelasnya.

Smpai dengan Minggu, 10 Januari 2021, Satgas Covid-19 Kota Mataram mencatat total 1.508 kasus Covid-19 di Kota Mataram. Rinciannya 1.284 pasien dinyatakan sembuh, 127 pasien masih menjalani isolasi, dan 97 pasien meninggal dunia. Jumlah tersebut termasuk dengan penambahan 24 pasien baru yang tercatat pada Sabtu, 9 Januari 2021. (bay)

Advertisement ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional