Klarifikasi Dugaan Kebocoran Retribusi Pasar, Kepala Disperindag Tetap Kooperatif

Mataram (Suara NTB) – Belum lama ini sejumlah kepala pasar hingga Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Mataram telah diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi NTB. Pemeriksaan itu berkaitan dengan dugaan kebocoran retribusi pasar di Kota Mataram.

Menanggapi hal itu, Kepala Disperindag Kota Mataram, L. Alwan Basri mengaku hanya memberikan klarifikasi. Pihaknya akan kooperatif apabila Aparat Penegak Hukum (APH) meminta keterangan tentang suatu persoalan.

Iklan

“Kemarin  itu mereka (Kejati NTB) hanya minta klarifikasi. Itu saja ya, saya tidak bisa berkomentar banyak. Karena itu urusannya sama mereka,” kata Alwan kepada Suara NTB, di Mataram, Rabu, 18 Oktober 2017.

Saat ini Kota Mataram memiliki setidaknya 19 pasar. Di mana lima di antaranya merupakan pasar besar, 10 pasar kategori sedang dan empat lainnya kategori pasar kecil. Saat ditanya kategori pasar yang diduga mengalami kebocoran retribusi, pihaknya mengaku tidak tahu dan hal itu menjadi urusan Kejati NTB.

“Itu urusan di sana (Kejati NTB),” tandasnya.

Sementara itu, hingga saat ini pihaknya tengah melakukan pembenahan pada hampir semua pasar di Kota Mataram. Pihaknya berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyatakat. Hal itu dilakukan dengan pembenahan dan sejumlah program yang telah direncanakan dan sedang berjalan.

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejati NTB tidak berpengaruh pada pelayanan dan upaya pembenahan yang dilakukan Pemda.

“Yang jelas kami sedang berbenah bersama. Ini merupakan komitmen kami bersama. Karena saat ini kami sedang berbenah pada bidang pelayanan dan banyak hal,” ujarnya.

Ia berharap kondisi pasar saat ini lebih baik dari sebelumnya dan bisa terus membaik di masa mendatang. Sebab pasar merupakan sentra perekonomian masyarakat yang harus dijaga. Pihaknya perupaya untuk memberikan pelayanan yang baik sehingga keamanan dan kenyamanan di pasar dapat terus terjaga. (lin)

 

Advertisement