KKP Siapkan Anggaran Rp4 Triliun, Sumbawa Targetkan Lahan Budidaya Udang Skala Besar Tuntas 2021

Hasan Basri (Suara NTB/nas)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa menargetkan 1.000 hektare lahan untuk budidaya udang vaname skala besar akan tuntas tahun 2021 ini. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan anggaran untuk budidaya udang vaname di Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa sekitar Rp4 triliun.

Sedangkan untuk budidaya lobster dan kampung lobster di Lombok Timur sekitar Rp1 triliun. Sehingga, total anggaran yang disiapkan KKP untuk budidaya udang vaname, budidaya lonster dan kampung lobster sebesar Rp5 triliun.

Iklan

“Kita intensif melakukan pertemuan dalam penyiapan lahannya. Insya Allah tahun 2021 ini selesai,” kata Sekda Sumbawa, Drs. Hasan Basri, M.M., dikonfirmasi di Kantor Bupati Sumbawa, Jumat, 3 September 2021.

Ia mengatakan Pemkab Sumbawa menyambut baik proyek besar dari KKP tersebut. Sekarang Pemda Sumbawa sedang menyiapkan lahan seluas 1.000 hektare. Kemudian mensosialisasikan program ini kepada masyarakat.

“Kami dengan BPN sedang pengukuran lahannya. Di mana titik koordinatnya. Kemarin kita pertemuan dengan BPN dan instansi terkait. Itu sedang dilakukan pengukuran sekarang kepada masyarakatnya,” jelasnya.

Ia menambahkan secara prinsip masyarakat yang menjadi lokasi proyek menerima program tersebut. Nantinya lahan tetap menjadi milik masyarakat dalam bentuk kontribusi berupa saham.

“Dan masyarakat langsung bekerja di situ. Yang jelas lahan tetap menjadi hak masyarakat, punya masyarakat. Cuma nanti ditata sedemikian rupa. Tentu nanti ada pembagian keuntungan dan sebagainya sesuai dengan luas lahan dia punya dan dia bekerja di situ,” terangnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Muslim, S.T., M.Si., menjelaskan KKP membangun kawasan budidaya udang vaname pada tiga lokasi di Indonesia, salah satunya NTB, yang berada di Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa.

Anggaran yang disiapkan KKP untuk tiga lokasi tersebut sebesar Rp12 triliun. Di mana, NTB mendapatkan sepertiganya atau sekitar Rp4 triliun.

Sementara di Lombok Timur, kata Muslim, KKP akan membangun kawasan budidaya lobster dan kampung lobster. Anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan kawasan budidaya lobster saja mencapai Rp550 miliar. Belum lagi untuk pembangunan kampung lobster.

Untuk pembangunan Kampung Lobster berada di Telong Elong, sedangkan pengembangan budidaya lobster  berbasis kawasan di Teluk Ekas. “Dukungannya paling tidak Rp5 triliun semuanya. Shrimp estate hampir Rp4 triliun, sedangkan kawasan lobster Rp550 miliar dan Kampung Lobster,” sebut Muslim.

Proyek besar ini akan mulai dibangun tahun ini. Sehingga pada saat Presiden Jokowi datang menghadiri event MotoGP di Sirkuit Mandalika, bisa langsung melihat progres pembangunannya. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional