Kisruh Golkar Kota Bima Berlanjut ke DPP

Mataram (suarantb.com) – Kisruh antara beberapa pengurus DPD II Golkar Kota Bima dengan pengurus DPD I Golkar NTB terkait Musda berlanjut ke DPP. Kepada suarantb.com, salah seorang pengurus DPD II Golkar Kota Bima, Al Imran, SH menyatakan saat ini pihaknya sedang mengawal konsultasi yang dilakukan oleh Pelaksana Tugas DPD II Golkar Kota Bima bersama DPD I Golkar NTB ke DPP Golkar di Jakarta.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan atas arahan dari Ketua DPD I Golkar NTB, H. M. Suhaili FT, SH yang meminta kedua belah pihak menyelesaikan persoalan tersebut ke DPP. Untuk mendapat kejelasan mekanisme yang harus ditempuh agar kepengurusan DPD II Golkar Kota Bima segera normal kembali.

Iklan

Imran mengatakan, sejauh ini belum ada kesimpulan terkait keputusan yang akan ditempuh untuk menindaklanjuti persoalan Musda III DPD II Golkar Kota Bima tersebut. Namun yang jelas, saat ini, pihaknya sedang melakukan pengawalan terkait hasil dari konsultasi yang dilakukan kedua belah pihak tersebut ke DPP.

“Ini kita sedang dipanggil di DPP Golkar, mau difasilitasi, sejauh ini belum ada kesimpulan ini. Kemarin kita setelah acara dipanggil pak ketua, kedua belah pihak dipanggil dan pak ketua minta konsultasi ke DPP,” ujarnya, Jumat, 30 September 2016.

Selain mengawal konsultasi kedua belah pihak ke DPP Golkar di Jakarta, Imran juga menyatakan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Khalid. Ia menyatakan, Nurdin sangat kaget dengan keputusan DPD I Golkar NTB yang mengambil alih kewenangan Musda DPD II Golkar Kota Bima, yang menurut Nurdin seharusnya menjadi kewenangan penuh Plt Ketua DPD II Golkar Kota Bima.

Imran menambahkan DPP masih menunggu laporan resmi dari DPD I Golkar NTB untuk menjadi bahan telaah pusat. Selain itu, Plt Ketua DPD II Gokar Kota Bima juga sudah melakukan upaya lain dengan mengajukan laporan ke koordinator wilayah (Korwil) Golkar Nusa Tenggara (Nusra). (ast)