Kisah Raden Abdul Malik Mahmud, Hikmah Pandemi untuk Usaha Alek

Raden Abdul Malik Mahmud (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB)-Bukan hal yang mudah berproses dari nol hingga memiliki omset puluhan juta. Raden Abdul Malik Mahmud alias Alek dan istrinya telah membuktikan itu semua. “Bersabar dan bersyukur adalah kuncinya,” tegasnya.
Salah satu hal yang menarik dari perjalanan usahanya adalah kepemilikan kendaraan yang dipakai untuk berusaha. Tidak mudah membawa barang bekas elektronik yang sudah dikumpulkan tanpa adanya kendaraan yang memadai.

Sebagai pengusaha tentunya banyak tantangan yang akan dihadapi, seperti belakangan ini pandemi yang tak kunjung usai. Di masa pandemi memang menjadikan Alek lebih ekstra lagi dalam mempertahankan usahanya. Usaha Alek pakum 6 bulan semenjak awal pandemi dikarenakan tutupnya akses ekspor/impor perdagangan internasional. Kondisi tersebut dilahap Alek dengan berbagai ide yang dilakukan demi mempertahankan eksistensi usahanya, terbukti normal kembali setelah 6 bulan masa sulit itu.
Pandemi ternyata memberi hikmah bagi Alek, dikarenakan banyak permintaan barang rongsok elektronik, faktanya masyarakat dunia khususnya Indonesia biasanya melakukan aktifitas keseharian yang normal beralih ke daring\online sehingga besarnya permintaan sparepart elektronik handphone oleh pengusaha refurbish luar maupun dalam negeri.
“Awal pandemi saya sangat kesulitan. Alhamdulillah ternyata ada hikmah di baliknya.” ujar Alek.

Iklan

Menjadi pengusaha, Alek juga memiliki hobi otomotif yang tinggi, dilihat dari macam-macam kendaraan yang dimilikinya. Sebelum memiliki kendaraan Honda All New PCX 160 seperti sekarang, Alek dulunya pernah memiliki Supra keluaran 2008 sebagai teman bisnisnya, kemudian berganti ke Vario selama 3 tahun, hingga di tahun 2018 baru bisa memiliki Honda PCX 150 dan PCX 160 yang baru dibelinya secara cash 3 bulan yang lalu. Keberadaan ke dua motor Honda PCX inilah yang selalu menemaninya bekerja hingga saat ini.
Sebelum membeli motor skuter matik Honda tersebut, Alek terlebih dahulu melakukan tes riding untuk membuktikan apakah motor yang akan dia pilih benar-benar tangguh untuk diajak ‘mencari nafkah’. “Pertama kali saya melihat motor ini, langsung tertarik. Pas saya coba malah terasa seperti ingin tidur di jalan karena sangat halus dan enak diajak jalan-jalan,” ujar Alek. Tarikannya yang nyaman meski sedang berboncengan, terlebih jika dibawa perjalanan jauh.

Menariknya, meski memiliki mobil yang bisa dibawa kemana saja, namun Alek lebih nyaman menggunakan motor skuter matiknya, apalagi saat dibawa ke Sumbawa dan Bima, perjalanan jauh akan terasa nyaman bagai menggunakan mobil. “Bagasi motor saya biasanya penuh dengan bangke hp yang saya kumpulkan saat ke luar daerah, syukurnya motor Honda PCX160 terbaru ini punya kapasitas bagasi yang luas dan lebar, jadi bisa muat banyak barang,” kata bapak dua anak ini. Hingga pada bulan Agustus 2020, Alek akhirnya membuat gudang sekaligus kantor dekat rumahnya untuk menampung semua barang bekas yang datang dari para pengepulnya.

Jika menimbang pengaruh dari kepemilikan Honda PCX160 dengan usahanya, tentu itu tidak bisa dianggap enteng. Tergabung dalam HPC (Honda PCX Club) di Lombok Timur sejak 2018 semakin memberi dampak bagi usaha reparasi elektronik Alek sendiri. Sejak ikut komunitas motor, semakin banyak yang mengenalnya dan tentunya mempermudah dalam hal promosi. Tentu bagi seorang perantau perlu teman untuk tetap bisa bergaul disamping sebagai alat bantu promosi usaha. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional