Kisah Munawir Jadi Atlet PON, Jual Sepeda, Masuk Tarung Derajat

Munawir. (Suara NTB/ist)

Perjalanan Munawir menjadi atlet tarung derajat berprestasi ternyata tidak semudah membalik telapak tangan.  Atlet peraih medali perak di Pra-PON tarung derajat di Bandung tahun 2019 ini  harus rela  menjual sepeda kesayangannya demi menjadi atlet tarung derajat.

Atlet asal Dompu ini mengatakan terpaksa  menjual sepeda kesayangannya  agar bisa berlatih  tarung derajat. Alasannya untuk berlatih tarung derajat ia  harus membeli  seragam khusus tarung derajat. Karena tidak punya uang untuk beli seragam ia pun harus telah menjual sepeda kesayangannya.

Iklan

“Saya menjadi atlet tarung derajat cukup sulit. Saat itu saya memberanikan  diri  menjual sepeda saya demi membeli baju latihan,” ucap Munawir saat diwawancara Suara NTB, Senin, 14 September 2020.

Pernyataan  ini disampaikan atlet kelahiran tanggal 13 Mei 1994 ini ketika menceritakan pengalaman pertamanya menjadi atlet tarung derajat. Maklum waktu memilih untuk  menjadi atlet tarung derajat, ayahnya yang bernama  Ahmad Abdullah merupakan mantan atlet silat. Saat itu, ayahnya menginginkan Munawir jadi pesilat, dan tak mendukung Munawir belajar tarung derajat.

Munawir yang saat itu menginjak bangku kelas 1 SMA Dompu tidak ada pilihan lain selain harus menjual sepedanya agar bisa ikut latihan tarung derajat.

Pengorbanan putra pasangan Ahmad Abdullah dan Rohana ini pun  terbayarkan. Sebab setelah memutuskan  menjadi atlet tarung derajat Munawir sudah menorehkan beberapa prestasi di tingkat regional NTB dan mengharumkan nama NTB di event kancah nasional. Keberhasilan Munawir di tarung derajat akhirnya mendapatkan dukungan semua keluarga.

Prestasi yang diukir oleh Munawir pertama kali adalah meraih medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB  tahun 2014. Sukses di  pesta puncak olahraga regional NTB itu Munawir mendapat kesempatan mewakili NTB di kancah nasional dan sukses meraih medali perak di Pra-PON tahun 2015. Meski sukses mendulang medali perak di Pra-PON tahun 2015, namun Munawir belum berhasil meraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat (Jabar) 2016.

Kegagalan Munawir di PON 2016 tak membuat Munawir patah semangat. Dengan kekalahan di ajang multi event olahraga nasional Munawir  terus semangat latihan. Dan ia kembali tampil membela Kabupaten Dompu di Porprov NTB 2018 dan meraih medali emas. Sukses di Porprov NTB 2018, Munawir kembali mewakili NTB di Pra-PON 2019 dan akhirnya kembali  sukses meraih medali perak.

Sukses di Pra-PON 2019, Munawir kembali dipersiapkan mengikuti PON XX di Papua tahun 2021. Menghadapi ajang multi event tahun 2021 ini Munawir engaku akan terus berusaha berbenah diri, dia tak ingin gagal lagi dan berharap dapat meraih medali emas di PON XX di Papua tahun 2021.

Bagi Munawir, target meraih medali emas di PON/2021  cukup beralasan, sebab ia sudah berlatih cukup panjang menghadapi ajang multi event nasional itu.  Diakuinya, sebenarnya ia sudah mengenal tarung derajat sejak masuk Sekolah Dasar (SD). Ia kenal olah raga ciptaan  Ahmad Derajat itu lewat  abangnya (almarhum)  yang merupakan  atlet  tarung derajat  angkatan pertama, murid Pelatih Tarung Derajat NTB, Abdul Khair.

Namun, meski sudah mengenal olahraga tarung derajat sejak sekolah dasar, namun Munawir  belum langsung memulai latihan, karena memang saat itu dia masih latihan  pencak  silat oleh Ayahnya.

Oleh karena itu ketika menginjak remaja barulah Munawir  berani untuk memulai latihan tarung derajat. “Saya  mulai latihan tarung derajat sejak duduk di kelas 1 SMA. Saya memberanikan diri masuk tarung derajat dengan mengambil kesimpulan menjual sepeda saya demi membeli baju latihan,” kenangnya.

Dengan menjadi atlet tarung derajat, Munawir bercita-cita ingin membanggakan nama keluarga sekaligus  membanggakan daerah dengan meraih prestasi di level nasional.”Mohon doa masyarakat NTB, semoga saya bisa meraih medali emas di PON  XX Papua tahun 2021,” harapnya. (fan/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here