Kisah Juanda Pendi, Bocah SD Terpaksa Jualan Kue untuk Bekal Sekolah

Mataram (suarantb.com) – Namanya Juanda Pendi, saat ini tengah  duduk di kelas dua Sekolah Dasar (SD). Ia mengaku berjualan kue atas permintaan ibu tirinya. Sebagian dari hasil berjualan tersebut dipakai Juanda Pendi untuk bekal ke sekolah.

Pendi, begitu sapaan akrab bocah asal Karang  Kelok Kota Mataram  ini sering menjajakan kue jualannya di gedung DPRD NTB. Mengenakan kemeja pendek dan celana panjang berwarna putih, biasanya, ia akan masuk untuk menawarkan dagangannya dari ruangan satu ke ruangan lainnya. Baik di ruangan komisi maupun alat kelengkapan dewan lainnya di  Sekretariat DPRD NTB.

Iklan

Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang tidak terlalu lancar, Pendi dengan polos menawarkan jualannya kepada para pegawai dan juga anggota DPRD NTB yang ia temui. Seringkali ia menggunakan setengah bahasa Indonesia dengan setengah bahasa Sasak.

“Beli? Mau beli? Ayo beli, side beli?,” katanya berulang-ulang, beberapa hari lalu.

Pendi sering  terlihat berjualan pada saat jam sekolah sedang berlangsung itu mengaku tengah duduk di kelas dua SD. Namun ketika ditanya alasannya tidak pergi ke sekolah? Ia sering kali mengelak dengan mengatakan kalau jam sekolah sudah selesai.

“Sudah pulang. Saya kelas dua,” ujarnya.

Tak lupa, Pendi selalu melanjutkan dengan tawaran agar kue dagangannya dibeli. “Beli, mau beli, makanya beli,” katanya.

Ia berjualan kue atas permintaan ibu tirinya, dan sebagian dari hasil jualan tersebut, lanjut Pendi dipakai buat bekalnya ke sekolah.

“Disuruh inaq jari belanje sekolah. Inaq joq Malaysia, ndek wah ulek (Disuruh Ibu, buat uang jajan di sekolah, Ibu kandung ke Malaysia dan tidak pernah pulang),” tutur pendi sambil tidak lupa menawarkan kuenya.

Ditanya mengenai pendapatan dalam sehari dari berjualan kue, Pendi mengatakan biasanya ia bisa mendapatkan Rp. 20.000 sampai Rp. 50.000, dan sesekali bisa mencapai Rp. 100.000 manakala pembeli sedang ramai.

Selain berjualan di gedung DPRD NTB, Pendi yang mengaku memiliki dua saudara itu juga sering terlihat berjualan di Taman Udayana. Seperti biasa mengenakan seragam kemeja lengan pendek dan celana panjang berwarna putih, yang merupakan seragam khasnya. (ast)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here