KIPM Mataram Tutup Bulan Bakti 2018 dengan “Begibung”

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dalam hal ini Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) telah melaksanakan kegiatan Bulan Bakti Karantina yang bertema “GEMASATUKATA” (gerakan masyarakat sadar mutu dan karantina ).

Kegiatan ini merupakan bentuk public awareness BKIPM dalam rangka meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan fungsi perkarantinaan, pengendalian mutu, dan keamanan hasil perikanan, serta keamanan hayati ikan.

Iklan

Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan dilaksanakan mulai tanggal 03 April – 05 Mei 2018. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh BKIPM Mataram antara lain Goes To Market, berpartisipasi dalam acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke XV Desa Labuhan Lombok, Sosialisasi CPIB (Cara Penanganan Ikan yang Baik) Bagi Supplier, Miniplant dan Nelayan, Pekan Pelayanan Publik 2018, Inspeksi Penerapan Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dalam rangka sertifikasi HACCP, BKIPM Mataram Goes To School dan Trawangan Clean Up Day.

Dalam kegiatan penutupan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018, Balai KIPM mataram melakukan kegiatan “Begibung” di lingkup KIPM Mataram untuk mengangkat kearifan budaya lokal. Begibung merupakan tradisi makan bersama yang sering kali dilakukan saat diselenggarakannya sebuah acara di daerah Lombok. Begibung dilakukan dengan menikmati sajian dalam sebuah tempat yang berisi nasi, lauk pauk dan air minum secara bersama.

Begibung memberikan pelajaran yang cukup berharga bagi masyarakat suku Sasak. Betapa kebersamaan itu menjadi sangat penting, perbedaan status tidak menjadi penghambat bahkan begibung melebur semua status sosial menjadi satu.

Begibung juga memberikan pesan, betapa suku Sasak sangat toleran dan memberi satu sama lain. Makna-makna inilah yang diangkat oleh Balai KIPM Mataram untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antar pegawai, seperti diketahui pegawai BKIPM Mataram berasal dari berbagai daerah yang memiliki berbagai macam latar belakang kultur, budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda, kata Kepala Balai KIPM Mataram, Suprayogi didampingi Ka. Subbag. Tata Usaha, I Putu Panca Yasa. (bul)