Kilas Balik Perjuangan NTB untuk Dapat Alokasi DBHCHT

Mataram (Suara NTB) – Transfer hasil cukai dari pusat ke Pemprov NTB ratusan miliar tidak datang begitu saja. Perlu perjuangan untuk merebut Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari APBN sebagai hak salah satu daerah penghasil tembakau terbesar.

Riwayat DBHCHT NTB diungkapkan Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda NTB, Iskandar Zulkarnain, S.Pt, M.Si yang mewakili Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si  saat talkshow di Radio Global FM Lombok.

Iklan

Iskandar menjelaskan, awal perjuangan NTB untuk mendorong teralokasinya DBHCHT bagi daerah butuh proses panjang. Pemprov NTB harus mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi.

“Awalnya dulu kita sampai ke MK penelusurannya. Usahanya, kami dari Bappeda pada zaman pemerintahan TGB, itu mengusulkan bahwa daerah, itu harus mendapatkan hasil dari kegiatan pengembangan tembakau yang ada di NTB,” kata Iskandar.

Setelah melalui proses yang panjang, pada akhirnya MK mengabulkan, sehingga  NTB sebagai daerah penghasil tembakau dan cukai tembakau, berhasil merebut dana transfer pusat.

Oleh sebab itu, ia mewakili Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada petani yang memproduksi tembakau. Demi menghargai perjuangan ke MK danjerih payah petani itu, Iskandar mendorong agar pemanfaatan DBHCHT benar benar skala prioritas dan tepat sasaran.

Iskandar menjelaskan tentang pengelolaan DBHCHT di Provinsi NTB yang dilakukan dengan mengacu pada sejumlah regulasi. Khususnya, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 206/PMK.07 tahun 2020.

Peruntukkanya jelas dengan dasaran kesejahteraan masyarakat, penegakan hukum dan penanganan bidang kesehatan.

Agar tepat sasaran, penggunaan dan pemantauannya selain dengan PMK tersebut, juga diatur dalam Undang Undang Nomor 9 tahun 2007 tentang Cukai.

Dimana alur penganggaran dan pengajuannya berasal dari Kepala daerah tingkat kabupaten dan kota berdasarkan penganggaran kegiatan DBHCHT. Kemudian Bupati atau Walikota sampaikan ke Gubernur NTB untuk dimasukkan ke dalam RPJMD.

“Setelah itu, besaran DBHCHT ini ditetapkan dalam APBD,” urainya.

Maka keluarlah hasil seperti saat ini, sebagaimana data sebelumnya, dari penerimaan Rp 318.716.620.000, terdistribusi ke kabupaten dan kota sesuai porposi. Daerah yang penghasil cukai dan tembakau tentusaja lebih besar disbanding daerah yang hanya penghasil cukai dan atau penghasil tembakau saja.

Dirincinya, tiga daerah penerima transfer terbesar adalah Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur, sebab sebagai daerah penghasil cukai dan penghasil tembakau. Lombok Utara hanya penghasil tembakau sementara Mataram hanya hasilkan cukai.

Kemudian di Pulau Sumbawa, hanya Sumbawa Besar penghasil cukai dan tembakau, selebihnya penghasil tembakau saja.

Ia berharap semua daerah menjadi penghasil cukai sekaligus penghasil tembakau, sebab ini akan sangat mempengaruhi semakin besarnya dana ransfer yang diterima dari pusat.

Skala prioritas dalam penggunaan DBHCHT itu juga sebelumnya ditekankan Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Iswandi M.Si saat evaluasi penggunaan DBHCHT Provinsi semester I Tahun Anggaran 2021.

Dalam rapat itu, Iswandi menyampaikan, di tengah kekurangan pendapatan daerah maupun transfer pusat yang menurun, dengan adanya DBHCHT  patut disyukuri.

Dana  tersebut harus digunakan untuk mengoptimalkan pembangunan dengan sebaik-baiknya dan dirasakan manfaatnya oleh petani tembakau.

“Bappeda Selaku Sekretariat DBHCHT akan mengkoordinasi penyaluran dan monitoring penggunaan DBHCHT di seluruh Kabupaten dan Kota se-Provinsi NTB harus patuh terhadap Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) Nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau yang mengamanatkan penggunaan DBHCHT,” tandasnya.

Penggunaan DBH CHT, baik bagian provinsi maupun bagian kabupaten/kota dialokasikan untuk mendanai program kegiatan pada bidang kesejahteraan masyarakat sebesar 50 persen, bidang penegakan hukum 25 persen dan bidang kesehatan 25 persen. (r)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional