Kiat Kelurahan Dasan Geres Tangani Sampah

Lurah Dasan Geres, Hulaifi bersama Seklur saat mencoba mesin pencacah sampah yang akan dikelola kepada KMPS Lapan Beleq, Rabu, 1 September 2021.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Untuk menangani persoalan sampah yang kian pelik di wilayah Gerung, terutama di kelurahan yang ada di jantung ibu Kota Kabupaten Lombok Barat (Lobar) itu, pihak kelurahan Dasan Geres menginisiasi pengembangan Kelompok Masyarakat Peduli Sungai (KMPS). Adanya KMPS ini sangat berperan besar dalam mengubah pola pikir masyakarat terkait persoalan sampah. Bahkan tidak saja sampah yang ditangani, namun melebar pada pengembangan ekonomi kreatif untuk menunjang penghasilan warga setempat.

Ditemui di kantor kelurahan saat menemui para pemuda yang tergabung di KMPS Lapan Beleq, Rabu, 1 September 2021, Lurah Dasan Geres, Hulaifi mengatakan untuk penanganan sampah dalam rangka program Ijo Nol Dedoro, pihaknya menginisiasi pembentukan kelompok pengelola sampah dan KMPS hingga bank sampah. “Kami awali inisiasi dari kelompok-kelompok pengelola sampah, kemudian kami juga bentuk KMPS,” jelas Hulaifi, Rabu, 1 September 2021.

Iklan

Menurutnya, bagaimana pun semangat di Kelurahan, tidak ada artinya tanpa semangat para pemuda di KMPS karena tidak semua tempat bisa memiliki kesadaran. Pembentukan KMPS dimulai dari Batu Dendeng Lingkungan Dasan Geres Selatan. KMPS inipun mampu mendapatkan juara I tingkat provinsi NTB. Sampai saat ini KMPS ini terus berjalan.

Selanjutnya, KMPS Lapan Beleq di Dasan Geres Tengah, juga beberapa waktu lalu mendapatkan juara II tingkat NTB. Sejauh ini lanjut dia, ada empat KMPS yang sudah dibentuk, namun dua itu yang aktif. Sedangkan dua KMPS tengah didorong agar bisa aktif. KMPS yang belum aktif di Dasan Geres timur dan Selatan lanjut dia, akan terus didorong agar aktif.

“KMPS ini untuk mengubah pola pikir masyakarat soal sampah,” ujarnya. KMPS ini aktif mengelola sampah. Tidak saja memungut dan membuang sampah. Namun juga bergerak ke pengembangan ekonomi kreatif. Bahkan ke pendidikan. “Kita dukung lewat anak-anak mahasiswa KKN untuk membantu mereka 1.000 baglog, kita bagi masing-masing 500 baglog,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya membantu mesin pencacah sampah plastik untuk dibuat menjadi ekobrik. “Kami berikan pinjam alat itu,” ujarnya. Untuk dukungan lebih dari kelurahan sendiri masih terkendala anggaran. Pihaknya hanya memberikan semangat kepada kelompok KMPS ini. Kedepan ia akan memprogramkan melalui dana kelurahan. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional