Kian Mengkhawatirkan, 11 Kasus Baru Positif Rabies di Sumbawa

H. Junaidi. (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Sumbawa kian menghawatirkan. Sampai saat ini gigitan terus terjadi di sejumlah wilayah. Bahkan yang terbaru, terdapat 11 sampel otak anjing dinyatakan positif rabies. Jumlah ini berdasarkan hasil pengujian sampel di Balai Besar Veteriner (BB-Vet) Denpasar, yang diterima Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sumbawa, April 2021 ini.

Kepala Disnakeswan Kabupaten Sumbawa, H. Junaidi, S.Pt membenarkan hal tersebut. Dari 11 sampel positif, hasil pemeriksaan 6 sampel diterima pada 10 April dan 7 sampel diterima pada 5 April lalu. Sampel dimaksud atas kejadian gigitan di sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Moyo Hilir, Unter Iwes, Buer, Lunyuk, Sumbawa dan Moyo Utara. “Kalau yang 6 sampel dikirim pada 6 April dan keluar hasilnya tanggal 10 April. Sedangkan 7 sampel dikirim pada 30 Maret dan keluar hasilnya  pada 5 April,” ujarnya.

Iklan

Dijelaskannya, terhadap kondisi yang terjadi pihaknya terus menggiatkan upaya vaksinasi terhadap anjing peliharaan. Disamping juga melakukan eliminasi terhadap anjing liar. “Upaya vaksinasi terus dilakukan. Eliminasi juga  dilakukan,” bebernya.

Saat ini, jelasnya, di masing-masing kecamatan juga sudah ada posko siaga rabies. Selain itu, tim juga sudah dibentuk. Namun dalam penanganan rabies ini, pihaknya membutuhkan peran semua pihak. Termasuk masyarakat agar melakukan vaksin terhadap anjing peliharaannya.  “Yang sangat dibutuhkan peran kita semua. Termasuk masyarakat bagaimana supaya anjing peliharaannya mohon kiranya untuk kita vaksin,” tandasnya. (ind)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional