KI dan KPU NTB Teken Kerjasama Kawal Pemilukada 2018

Mataram (suarantb.com) – Komisi Informasi (KI) NTB dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB menandatangani perjanjian  kerjasama terkait dengan keterbukaan informasi pada Pemilukada 2018. Pada 2018, akan berlangsung Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, serta Pemilukada Lombok Barat, Lombok Timur dan Kota Bima.  Dengan adanya kesepakatan kerjasama antara KI NTB dan KPU NTB ini,  diharapkan menjadi momentum mencari pemimpin yang bersih, berintegritas dan transparan.

Hal tersebut dikatakan Ketua KI NTB, Ajeng Roslinda Motimori, S. Pt pada acara penandatangan kerjasama dengan KPU NTB yang disaksikan Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc, Ph.D  dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Drs. Tri Budiprayitno, M.Si bertempat di Hotel Lombok Raya Mataram, Kamis, 2 Maret 2017. Turut hadir Ketua KPU NTB, L. Aksar Ansori, SP, ketua KPU kabupaten/kota, pimpinan partai politik dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan para komisioner KI NTB.

Iklan

Penandatangan kesepakatan kerjasama dilakukan Ketua KI NTB, Ajeng Roslinda Motimori, S.Pt dengan Ketua KPU NTB, L. Aksar Ansori, SP. Menurut Ajeng, penandatangan kesepakatan kerjasama ini merupakan tindaklanjut dari kesepakatan serupa antara KI Pusat dengan KPU  Pusat. Ia mengatakan, NTB merupakan provinsi pertama yang menindaklanjuti kesepakatan kerjasama tersebut di daerah.

“Semangat bersama ini tujuannya, karena saat ini masyarakat menuntut  pemerintahan  yang jujur, pemimpin yang bersih, pemimpin yang selalu terbuka. Jadi semangatnya adalah semua tahapan Pemilukada  itu disampaikan  dengan  baik untuk memenuhi hak masyarakat,” kata Ajeng.

Menurutnya, KPU NTB beserta KPU kabupaten/kota berkewajiban menyampaikan semua tahapan Pemilukada 2018 dengan baik kepada masyarakat. Menyongsong Pemilukada 2018 mendatang, KI NTB dan KPU NTB menjadi dua lembaga yang tak terpisahkan.

“Dimana ada Ketua KPU, ada Ketua KI. Diharapkan Pemilukada  2018 nanti terpilihlah pemimpin sesuai dengan apa yang diharapkan. Kita ingin momen ini menjadi semangat bersama mencari pemimpin yang bersih, berintegritas dan transparan,” harapnya.

Sementara itu, Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc, Ph.D menyambut baik penandatanganan kesepakatan kerjasama antara KI NTB dan KPU NTB, terkait keterbukaan informasi Pemilukada 2018. Menurutnya, KI dan KPU dapat berperan aktif memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang berbagai hal yang berkaitan dengan Pemilukada 2018.

“Termasuk di dalamnya bagaimana Pemilukada itu sangat penting bagi masyarakat agar di daerah itu mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan harapan sebagian besar  masyarakat. Sesuai dengan harapan kriteria yang pantas jadi gubernur, bupati maupun walikota,” kata Sekda yang mewakili gubernur pada kesempatan tersebut.

Dalam Pemilukada 2018 mendatang, jangan  sampai proses terpilihnya seseorang lewat proses yang tidak benar. Pasalnya, proses demokrasi pemilihan kepada daerah mellaui pemilihan langsung rentan terjadi mobilisasi suara dengan cara-cara yang tidak benar. Seperti serangan fajar dan sebagainya.

“Kalau masyarakat kita belum paham betul terkait dengan proses pemilihan mengenai siapa yang akan dipilih, bukan tidak mungkin dia akan terpengaruh oleh mekanisme atau proses yang tidak benar. Di situlah pentingnya sosialisasi kepada pemilih,” kata Sekda.

Ia mengatakan keberadaan KI yang ikut mengawal pesta demokrasi lima tahunan tersebut dari sisi keterbukaan informasi sangat penting. Tugas KI bukan saja memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Tapi juga memberikan pemahaman yang baik dan mendalam.

Apalagi, KI NTB lewat inovasi yang dilakukan tahun 2016 lalu program Desa Benderang Informasi Publik (DBiP) punya desa-desa binaan di NTB. Begitu juga KPU NTB, memiliki “Bale Pemilu” yang diharapkan bukan hanya sekedar tempat bertanya di tingkat provinsi. Tetapi diharapkan punya infrastruktur atau jalu lapangan sampai tingkat desa.

“Tentu kita tidak bsia bekerja tanpa melibatkan  bupati/walikota. Oleh karena  itu, kawan-kawan KPU kabupaten/kota juga dihadirkan dalam kesempatan ini. Karena tindaklanjut dari kerjasama ini akan menjadi ranah dari KPU kabupaten/kota,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU NTB, L. Aksar Ansori mengatakan  selain kerjasama, KPU juga sudah menginisiasi berbagai aplikasi yang akan mempermudah penyebarluasan informasi pemilu dan pemilukada. “Hajatan kami, semua informasi tentang Pemilu dan Pemilukada dibuka dan dimanfaat dengan baik oleh partai politik, pemerintah dan pemilih untuk mensukseskan agenda demokrasi ini,” ujarnya.

Ia mengatakan  sudah menyiapkan berbagai aplikasi untuk mempermudah akses informasi kepemiluan. Oleh karena itu, bersama KI NTB , KPU NTB berharap sebaran informasi bisa semakin luas hingga ke desa. Karena KI NTB memiliki beberapa binaan di desa melalui program Desa Benderang Informasi Publik.

Kepala Diskominfotik NTB, Drs. Tri Budiprayitno, M.Si menyatakan acara seperti ini perlu dilaksanakan sesering mungkin untuk memberikan perspektif kepada pemilih terhadap calon pemimpin dan proses penyelenggaraanya. “Semua kita berhak mengetahui siapa calon pemimpin kita dan bagaimana proses pemilihannya dilakukan di masa datang. Karenanya acara ini perlu dilakukan sesering mungkin” kata mantan Kepala Biro Organisasi Setda NTB ini. (nas/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here