Khawatir Langgar Aturan, Usulan Kenaikan Honor Tim Pemakaman Dikaji Inspektorat

Tim pemakaman di Lobar sedang bertugas memakamkan jenazah pasien Covid-19. Pemda Lobar mengusulkan kenaikan honor tim pemakaman yang selama ini dinilai tidak layak. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Usulan kenaikan honor tim pemakaman pasien Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) tengah dikaji. Kajian dilakukan dengan meminta pertimbangan Inspektorat untuk menentukan kelayakan jumlah honor dan mengacu regulasi yang ada. Honor tim pemakaman ini diusulkan naik menjadi Rp250 ribu per orang. Kenaikan honor ini dinilai perlu dilakukan karena honor petugas sebesar Rp80 ribu (biaya transportasi dan makan minum) dinilai sangat kurang.

Wakil Sekretaris Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Lobar Mahnan, S.STP., mengatakan selama ini honor tim pemakaman dihitung untuk transportasi Rp50 ribu, dan uang makan serta snack diberikan hanya sekali sebesar Rp30 ribu. “Totalnya Rp80 ribu per orang bagi tim pemakaman. Dan itu tidak dihitung per hari. Tapi dihitung per kasus,” jelasnya, Senin, 30 Agustus 2021.

Iklan

Dari hasil kajian tim Pemda, ujarnya, usulan besaran honor ini dengan berbagai pertimbangan baik dari Bupati, Kapolres dan Dandim kemungkinan honor itu akan dinaikkan. Karena tim ini masuk dari unsur Pemda, Polres dan TNI.

Salah satu pertimbangannya, tim kerja di lapangan hingga malam. Belum lagi, negosiasi dan menghadapi penolakan warga. Bahkan tim ini didemo warga yang menolak, sehingga nilai honor yang saat ini dianggap masih kecil. Apalagi dengan tingginya intensitas kasus meninggal mengakibatkan mereka juga bekerja lebih intensif di lapangan. Karena itu Pemda melakukan evaluasi besaran honor ini. “Evaluasi kenaikan honor ini masih  dikonsultasikan di Inspektorat, biar ndak salah,” ujarnya.

Hingga saat ini, lanjut dia, Pemda Lobar sudah melakukan usulan pencairan hingga bulan Juli. Anggaran ini pernah dicairkan Rp 9 juta, itupun untuk tim yang terdiri dari satu tim sebanyak 11 orang yang turun ke lapangan. “Yang sudah cair Rp9 juta dan ada usulan sekitar Rp15 juta,” imbuhnya.

Terkait berapa besaran layak honor tim pemakaman ini, Mahnan mengaku angka yang disampaikan sebesar Rp250 ribu. Menyoal kasus di Jember, dimana Bupati mendapatkan honor puluhan juta rupiah. Menurut Mahnan, di Lobar honor diterima oleh tim pemakaman. Tidak diberikan ke bupati, bahkan satgas pun tidak mendapat honor. “Ndak mau lah, bagaimana kita mau terima honor pemakaman. Ndak saya,” tegas Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD itu. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional