Kewaspadaan Tinggi Gelar PTM

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

SATGAS Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencatat jumlah anak yang terpapar virus Corona sebanyak 2.044 orang. Dari jumlah tersebut, anak usia 13 – 18 tahun atau usia remaja yang paling banyak terpapar, sebanyak 815 orang.

Tingginya kasus anak usia 13 – 18 tahun yang terpapar Covid-19, perlu kewaspadaan tinggi dari penyelenggara pendidikan dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang mulai digelar. ‘’Artinya, sekolah harus tahu itu. Supaya mereka bisa mengendalikan kasus Covid. Kewaspadaannya harus tinggi. Prokes di sekolah harus diperketat,’’ kata Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.P.H., dikonfirmasi di Mataram, Selasa, 24 Agustus 2021.

Iklan

Dari 2.044 anak yang terpapar Covid-19 di NTB, sebanyak 1.172 orang sudah sembuh atau selesai isolasi. Kemudian, sebanyak 28 orang meninggal dunia dan 844 orang masih dirawat atau isolasi mandiri. Selain itu, 2.436 anak suspek Covid-19 dan 124 kasus probable.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NTB ini merincikan kasus Covid-19 di NTB. Anak usia 0 – 5 tahun yang terpapar Covid-19 sebanyak 637 orang. Dengan rincian, 256 orang masih dirawat atau isolasi mandiri, 360 orang sembih dan 21 meninggal dunia.

Kemudian anak usia 6 – 12 tahun sebanyak 592 orang terpapar Covid-19. Dengan rincian, 263 orang masih dirawat atau isolasi mandiri, 327 orang sembuh dan 2 meninggal dunia.

Sementara anak usia 13 – 18 tahun sebanyak 815 orang terpapar Covid-19. Dengan rincian, 325 orang masih dirawat atau isolasi mandiri, 485 orang sudah sembuh dan 5 meninggal dunia.

“Yang menarik anak usia 13 – 18 tahun yang dominan terpapar Covid. Artinya, anak remaja yang punya mobilitas tinggi yang paling berisiko di usia anak untuk tertular Covid,” jelas Eka.

Menurut Eka, banyaknya anak usia remaja yang terpapar Covid-19 lantaran mobilitas mereka tinggi. Dengan melihat banyaknya kasus Covid-19 pada usia anak remaja, harus menjadi perhatian bagi penyelenggara pendidikan terkait dengan pelaksanaan PTM.

“Bahwa para guru harus tahu ini. Artinya, harus bisa mengendalikan kasus Covid di sekolah. Karena hampir setiap minggu ada penambahan kasus Covid anak usia 13 – 18 tahun,” kata Eka.

Untuk itu, penyelenggara pendidikan harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dalam pelaksanaan PTM di NTB.  PTM harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

‘’Yang susah dikendalikan di luar sekolah. Anak-anak jajan di luar sekolah sehingga berkerumun. Kita minta Satgas Sekolah harus memperketat. Itu catatan untuk meningkatkan kewaspadaan bagi penyelenggara pendidikan. Karena tahun lalu kita tak pernah dengar varian Delta. Sekarang kita berhadapan dengan varian Delta,’’ tandasnya. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional