Ketua TP PKK NTB dan Lobar Dorong Perbanyak Posyandu Keluarga

Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M. Sc didampingi Ketua TP PKK Kobar Hj. Khaeratun Fauzan Khalid saat senam bersama warga di Desa Buwun sejati kecamatan Narmada. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M. Sc bersama rombongan didampingi Ketua TP PKK Kobar Hj. Khaeratun Fauzan Khalid turun menggelar Posyandu di Desa Buwun Sejati kecamatan Narmada. Kegiatan Posyandu yang diikuti oleh para ibu-ibu, lansia, remaja dan Balita tersebut diisi dengan senam bersama.

Dalam kesempatan itu, dua Srikandi PKK tersebut mendorong agar masyakarat mulai tingkat dusun dan Desa memperbanyak Posyandu keluarga yang bisa diintegrasikan dengan paud dan bank sampah. Posyandu Keluarga ini merupakan program provinsi yang aktif dan masif dilaksanakan di Lobar.

Iklan

Dijelaskan Hj. Niken, Posyandu Keluarga merupakan program pertama provinsi yang direspon dan dilaksanakan dengan baik oleh pemkab Lobar. Ia menilai Lobar punya potensi yang sangat bagus untuk melaksanan program ini karena ada contoh yang bagus disini.

“Kami berharap Posyandu keluarga semacam ini bisa segera diwujudkan di semua dusun kalau bisa. Memang bertahap, tapi kalau memang sudah lihat manfaat dan sambutan Masyarakat begitu antusias tinggal pak kades mengarahkan para kadus kerjasama dengan para ibu dan kader. Sehingga lebih cepat lagi di desa Buwun Sejati ini menjadikan Posyandu keluarga menjadi titik perubahan bagi masyakarat desa,” jelas dia.

Ia berharap agar Posyandu juga diintegrasikan dengan paud. Paud yang ada di wilayah ini bisa terintegrasi dengan kegiatan Posyandu sehingga anak-anak disini selain diberi pelajaran juga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang rutin.

“Kita mulai dari kesehatan, jika kesehatan sudah, insyallah nanti kegiatan lain lebih berdaya. Apalagi ini desa wisata, masyakarat harus berbenah lebih baik lagi. Hidup bersih. Sehingga Posyandu bisa gandeng dengan bank sampah juga,” ujar dia.

Dari Dusun mulai dikumpulkan sampah, selanjutnya diolah. Sampah Organik diolah menjadi pupuk sedangkan an organik menjadi bahan lain dan bisa dijual. Ia berharap kegiatan semacam ini tidak saja dilakukan hari ini, namun terus secara reguler. Bahkan kata istri Gubernur ini, kegiatan ini bisa juga lebih sering lagi dilaksanakan. Karena Masyakarat perlu banyak bergerak aktif untuk hidup sehat.

Sementara itu Ketua TP PKK Lobar Hj. Khaeratun Fauzan Khalid mengatakan pihaknya sudah meluncurkan program Posyandu keluarga. Pemda dan PKK tegas dia antusias melaksanan program tersebut.

“Kita genjot untuk tahun ini mudahan bisa kita raih minimal 400 Posyandu keluarga. Tahun depan mudahan bisa habis,” jelas dia.

Sejauh ini lanjut dia, jumlah Posyandu keluarga di Lobar mencapai 100 lebih. Pihaknya terus mendorong pengembangan Posyandu keluarga terintegrasi dengan bank sampah dan paud. Posyandu keluarga ini jelasnya arahan dari provinsi, dengan sasaran bisa dipantau kualitas kesehatan masyarakat.

Posyandu keluarga ini terdiri dari Posyandu konvensional ibu hamil, bayi dan balita ditambah Posyandu remaja serta lansia. Dalam pelayanan Posyandu keluarga ini, masyakarat berkumpul melakukan aktivitas pengecekan kesehatan. Bagi anak-anak dipantau tumbuh kembangnya. Ada juga pertemuan antara sesama warga, saling tukar informasi. Melalui pertemuan ini bisa dilakukan koordinasi sehingga ketika ada warga sakit bisa diketahui dan ditangani lebih cepat. Seperti kasus di Kuripan, ada anak sakit cepat ditangani karena informasi dari kegiatan Posyandu keluarga. (her)