Ketua PWNU NTB Sesali Penahanan Buni Yani

Mataram (suarantb.com) – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, TGH. Achmad Taqiuddin Mansyur menyesali tindakan Polda Metro Jaya yang menahan Buni Yani dalam dugaan kasus menulis kata-kata provokatif berisi hasutan melalui akun facebooknya.

Menurut Taqiuddin, seharusnya Buni Yani tidak ditahan layaknya Gubernur Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Iklan

“Saya sesali kenapa harus ditahan. Dalam kasus ini Ahok belum ditahan. Seharusnya biar objektif, Buni juga jangan ditahan,” ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis, 24 November 2016.

Kendati demikian, Taqiuddin tidak ingin mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, ia dan anggota NU lainnya akan senantiasa menanti proses hukum yang berjalan. “Semoga ini hukum yang murni. Kita menanti proses hukum yang tengah berjalan. Karena saya jarang membuka facebook atau internet, saya belum tahu Buni Yani (orang Lombok),” ucapnya.

Terkait dengan rencana aksi pada 25 November atau 2 Desember ke depan, ia berkomitmen bersama warga NU lainnya untuk tidak turun ke jalan. Menurutnya warga NU telah paham dengan mekanisme hukum yang berjalan, sehingga sepenuhnya menyerahkan kasus tersebut ke aparat yang berwajib.

“Dia (Nahdliyin) sudah pada tahulah, tidak perlu memakan waktu turun ke jalan, biarkan proses hukum berjalan,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Rabu, 23 November kemarin, Buni Yani melalui akun facebooknya mengatakan telah ditahan di Polda Metro Jaya. Melalui facebooknya juga Buni Yani meminta dukungan untuk dirinya.

“Bismillah. Minta dukungan kawan2 dan semua umat Islam. Saya ditangkap, tak bisa pulang ditahan di Reskrimsus Polda Metro Jaya.” Tulis Buni Yani melalui akun facebooknya.

Suarantb.com mencoba menghubungi nomor pribadi Buni Yani. Namun, nomor miliknya tidak aktif saat dihubungi. (szr)

  Mahasiswa Lotim Gelar Aksi Tolak Penistaan Agama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here