Ketua Pansel Sekda: Bupati Beri Keleluasaan Pansel Cari Pejabat Terbaik Bangun Dompu

Pansel Sekda Kabupaten Dompu melakukan foto bersama dengan peserta seleksi calon Sekda Dompu.(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Panitia seleksi (Pansel) pengisian jabatan tinggi pratama Sekda Kabupaten Dompu akan menyampaikan tiga nama calon Sekda ke Bupati, pada Kamis, 29 Juli 2021. Proses seleksi dimulai sejak diumumkan 5 Juli 2021 lalu. Bupati menyerahkan sepenuhnya kepada panitia untuk menjaring pejabat terbaik yang akan membantunya bersama Wakil Bupati dalam mengawal pembangunan di daerah.

Bupati Dompu menunjuk Akademisi Universitas Mataram (Unram), Dr. H. Iwan Harsono, SE., M.Ec., sebagai Ketua Pansel bersama Kepala BKD Provinsi NTB, Drs. Muhammad Nasir selaku sekretaris. Sementara untuk anggota Pansel, Bupati menunjuk Inspektur Inspektorat Provinsi NTB, Ibnu Salim, SH., MSI.; akademisi Universitas Mataram, H. Sofyan, SH., M.Hum.; dan H. Agus Bukhari, SH., MSI., dari kalangan profesional.

Iklan
Ketua Pansel Sekda Dompu, Dr. H Iwan Harsono, SE., M.Ec.(Suara NTB/ist)

Ketua Pansel Sekda Dompu, H. Iwan Harsono kepada Suara NTB di Aula Kantor BKD PSDM Dompu, pada Rabu, 28 Juli 2021 mengungkapkan, sesuai tahapan jadwal pada Kamis, 29 Juli 2021 akan ditetapkan tiga nama yang akan disampaikan ke Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di daerah. Tiga nama yang ditetapkan ini tidak akan diumumkan, tetapi langsung diserahkan ke Bupati untuk ditetapkan satu di antaranya.

Pemegang sertifikat KASN Australia dan memiliki sertifikat untuk menguji pejabat seluruh Indonesia dari Komisi ASN RI ini menegaskan, sebagai pansel pihaknya cukup objektif dalam bekerja. Tidak terpengaruh dengan omongan orang. “Bupati juga, memberi kesempatan kepada kita, lakukan secara objektif. Karena Bupati tidak ingin repot,” ungkapnya.

Pesan Bupati, kata Iwan Harsono, pilih yang terbaik di antara peserta yang memenuhi syarat, baru disampaikan ke Bupati selaku PPK. Sehingga dalam proses seleksi sejak pendaftaran hingga tahapan uji kompetensi manajerial pada 21–23 Juli 2021 dan uji kompetensi bidang pada 26–27 Juli 2021, Bupati tidak mengintervensi mana pejabat yang harus diloloskan dan tidak diloloskan untuk diajukan ke PPK.
“Karena memang, beliau (Bupati) akan pilih dari tiga (nama). Memilih orang yang akan bekerja sama dengannya. Kepala birokrasi (Sekda) itu harus ada chemistry (dengan Bupati). Yang paling tahu itu Bupati,” katanya.

Dosen Universitas Mataram ini juga mengungkapkan keinginan Bupati Dompu terhadap Sekda yang akan ditunjuk, yaitu birokrasi yang mampu menkoordinir potensi yang ada untuk percepatan pembangunan di daerah. Mengikuti irama perkembangan zaman, sehingga target-target pembangunan yang ada di RPJMD bisa diwujudkan secara bertahap. “Jadi kita ingin memastikan, Sekda-nya yang responsif, yang paham persoalan,” terangnya.

Tujuh pejabat lingkup pemerintah daerah (Pemda) Dompu mendaftar saat pembukaan seleksi Sekda. Di antaranya Muhammad, ST., (Kepala BPKAD), H. Khairul Insyan, SE., MM., (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata), Hj. Daryati Kustilawati, SE., MSI., (Kepala Dinas P3A), Gatot Gunawan, SKM., MMKes., (Kepala Dinas PPKB), Agus Salim, S.Sos., (Sekwan), Ir. H. Fakhrurraji (Kepala Bakesbang Poldagri), dan Ir. Ruslan (Kepala BKD PSDM). Mereka ini disebut sebagai birokrat-birokrat terbaik Dompu yang memenuhi syarat sebagai calon Sekda.

“Tetapi Sekda ini cuma satu, jadi harus dipilih yang terbaik. Karena Sekda itu pejabat berwenang. Jadi semua proses itu selesai di Sekda, Bupati tinggal tanda tangan. Karena Bupati itu pejabat pembina kepegawaian (PPK),” ungkap Iwan Harsono. (ula/*)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional