Ketua MUI Minta Penyebar Aliran Sesat Diproses Hukum

Mataram (suarantb.com) – Niat hendak mengajarkan Islam bagi masyarakat Mataram sepertinya tidak berbuah manis bagi pemilik ‘Rumah Mengenal Al-Qur’an’, Siti Aisyah. Pasalnya, Ketua MUI NTB, Prof. H. Syaiful Muslim menyatakan pihaknya meminta agar Aisyah diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kita mohon pada polisi untuk mengurusnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurut kita dia sesat karena tidak percaya sama hadis Nabi. Bahkan ini sudah termasuk dalam golongan penistaan agama,” ungkapnya.

Iklan

Syaiful menyatakan dalam pertemuan yang dilakukan, Senin, 31 Januari 2017 dengan Aisyah, pihaknya telah berupaya mengajak Aisyah untuk kembali pada ajaran Islam yang lurus. Namun ditolak. “Akidahnya saja dia ingkarussunnah, dia sudah tidak Islam. Kita dorong dia supaya kembali pada Islam yang benar, ndak mau dia,” katanya.

Informasi yang diperoleh MUI mengenai latar belakang kehidupan Aisyah hanya sedikit. Aisyah diketahui berasal dari Jawa Timur dan menetap di Sumbawa, lalu pindah ke Mataram. Keluarganya pun menetap di Sumbawa. “Kita juga baru tahu tentang kegiatan ini tanggal 25 Januari kemarin. Dari pemberitahuan yang dikirim ke kita, yang isinya tentang gerak-geriknya dia,” ujarnya.

Sebagai bentuk penindakan awal, MUI meminta Polda NTB untuk sementara mengamankan pemilik rumah pengajian ini. Untuk mencegah terjadinya amuk massa dari masyarakat sekitar.

“Ini kita tangani segera biar masyarakat tidak lekas marah. Ini maksudnya kita mengamankan dia,” tandasnya.

“Salamnya yang beda tapi itu bukan intinyalah, intinya itu dia ingkarussunnah. Tidak mengakui hadis Nabi Muhammad SAW, itu pun dari pengakuan dia sendiri. Makanya harus diproses hukum,” tegasnya.

Direktur Binmas Polda NTB, Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Benny Basir Warmansyah menjadi mediator petemuan tertutup antara MUI dengan Pemilik ‘Rumah Mengenal Al-Qur’an’. Benny mengaku saat ini tengah mendalami dugaan penistaan agama didasarkan laporan MUI.

“Kita minta keterangan dulu dari yang bersangkutan. Mungkin nanti kita dalami juga dari saksi ahli,Ketua MUI mungkin akan ditunjuk. Nanti ahlinya siapa, kita akan dalami,” ujar Benny.

Usai mediasi tersebut, Siti Aisyah langsung diamankan pihak Polda NTB demi keselamatannya. Upaya konfirmasi terhadapnya pun tidak bisa dilakukan karena awak media tidak diperkenankan meminta keterangan yang bersangkutan. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here