Ketua MUI Dukung Sanksi Denda Terkait Penggunaan Masker

Ilustrasi pemakaian masker untuk warga.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Tokoh masyarakat NTB yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Prof. H. Saiful Muslim mendukung penerapan sanksi denda bagi masyarakat yang tidak memakai masker atau tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Ia menilai, penerapan sanksi denda dan sanksi sosial bagi pelanggar protokol Covid-19, tujuannya baik agar masyarakat terhindar dari virus mematikan tersebut.

Iklan

‘’Saya kira itu bagus sekali. Ini proses pembelajaran disiplin bagi masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan. Ini pembelajaran yang bagus, bukan memberatkan masyarakat,” kata Saiful Muslim dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 4 Agustus 2020.

Berdasarkan Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) yang disusun Pemprov NTB sebagai tindaklanjut dari Perda tentang Penanggulangan Penyakit Menular dalam  Pasal 2 ayat 1 menyatakan, setiap orang perorangan yang tidak melaksanakan kewajiban dalam rangka penanggulangan penyakit menular yang sudah ditetapkan menjadi wabah/KLB/KKMMD, dikenakan sanksi administratif berupa: (a) teguran lisan;(b), teguran tertulis; (c) denda administratif paling banyak sebesar Rp.500 ribu dan/atau sanksi sosial seperti kerja bakti sosial seperti hukuman membersihkan ruas jalan/selokan/tempat umum/fasilitas umum. Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan secara langsung pada saat operasi penertiban.

Kemudian dalam pasal Pasal 4 diatur soal sanksi denda kepada orang-perorangan yang dikelompokkan berdasarkan jenis pelanggaran yang dilakukan. Misalnya yang tidak memakai masker di tempat umum/fasilitas umum/tempat ibadah/tempat lain yang ditentukan, dikenakan sanksi denda sebesar Rp100 ribu.

Warga yang tidak mematuhi protokol penanggulangan penyakit menular yang telah ditetapkan seperti kegiatan sosial/keagamaan/budaya, dikenakan sanksi denda sebesar Rp250 ribu.

Dalam Pergub itu juga disebutkan, setiap ASN yang tidak memakai masker di tempat umum/fasilitas umum/tempat ibadah/tempat lain yang ditentukan dan atau tidak mematuhi protokol penanggulangan penyakit menular yang telah ditetapkan dikenakan sanksi denda sebesar Rp200 ribu.

Menurut Saiful Muslim, penjatuhan sanksi bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker bukan berarti memberatkan masyarakat. Namun, tujuannya agar masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

‘’Saya kira sudah cukup luar biasa kita mengingatkan masyarakat dalam kesempatan apapun. Apalagi TNI/Polri, Satgas Covid-19, tokoh agama dan tokoh masyarakat sudah berbicara, mengingatkan masyarakat. Pemberian sanksi ini tujuannya agar kita terhindar dari penyakit yang mematikan ini. Ini sudah mewabah, sehingga kita harus disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19,’’ imbuhnya.

Menurutnya, pemberian sanksi ini untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pemerintah atau pihak lainnya. Dengan patuh menetapkan protokol kesehatan atau tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah maka akan menjaga diri sendiri, keluarga dan orang lain dari paparan Covid-19.

Pasalnya, penyakit yang disebabkan oleh Covid-19 ini sangat gampang menular. Untuk sama-sama menjaga satu dengan lainnya, maka harus tetap disiplin menggunakan masker, menjaga jarak dan tetap mencuci tangan.

‘’Kita berharap kepada seluruh pimpinan, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala keluarga untuk bersama-sama menyosialisasikan kepada seluruh masyarakat dikeluarga kita, kampung kita tinggal. Kalau bersama-sama dengan niat menjaga kesehatan bersama maka insya Allah kita akan terlepas dari kekhawatiran. Mari apa yang menjadi keputusan pemerintah dan dewan, kita wajib sebagai rakyat melaksanakan,’’ tandasnya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here