Ketua Fraksi Golkar DPRD NTB Jadi Korban Penipuan Akun Facebook Abdul Hadi Palsu

Mataram (suarantb.com) – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD NTB, Drs. H. Humaidi mengaku telah ditipu oleh salah seorang oknum tidak bertanggung jawab menggunakan akun media sosial yang mengatasnamakan diri Wakil Ketua DPRD NTB, H. Abdul Hadi, SE beberapa waktu lalu. Uang senilai Rp 4,5 juta milik Humaidi raib akibat ulah Abdul Hadi palsu tersebut.

Belum lama ini, kalangan DPRD NTB dihebohkan dengan adanya kasus penipuan dengan menggunakan akun media sosial bernama Abdul Hadi. Akun tersebut kemudian mengirim pesan ke beberapa koleganya Abdul Hadi asli di DPRD NTB yang berisi meminta dikirimkan sejumlah uang untuk biaya perawatan rumah sakit salah seorang keluarganya.

Iklan

Tak hanya dikirim ke anggota DPRD NTB, pesan serupa juga dikirimkan Abdul Hadi palsu ke sejumlah pengurus DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB. Merasa prihatin atas kondisi yang dialami orang yang mengaku Wakil Ketua DPRD itu, beberapa diantaranya kemudian mengirim uang sejumlah yang diminta. Salah satunya Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD NTB, H. Humaidi.

Kepada wartawan Wakil Ketua DPRD NTB, Abdul Hadi menceritakan kronologis kejadian yang menimpa koleganya di DPRD tersebut. “Jadi Pak Humaidi itu kena malam itu. Dia cerita ke saya, dia (Humaidi) mengatakan ‘kok tumben pak Hadi menghubungi saya minta dikirimkan uang. Untungnya uang di ATM saya saat itu cuma 4,5 juta’,” ujarnya menirukan ucapan Humaidi.

Sementara dirinya saat kejadian kebetulan berada di luar negeri dalam rangka kunjungan kerja. Abdul Hadi menjelaskan sama sekali tidak mengetahui bahwa namanya telah digunakan oleh oknum tidak bertangung jawab melakukan penipuan.

“Kan HP saya tinggal di rumah. Pak Humaidi nelponlah ke Istri saya. Dia (istri) bilang jangan dihiraukan pak dia (Abdul Hadi palsu) penipu itu,” ujar Hadi menirukan istrinya menjawab pertanyaan Humaidi.

Sedangkan Humaidi yang mendengar jawaban dari istri Abdul Hadi yang menyatakan dirinya telah mengirimkan uang bukan pada Wakil ketua DPRD NTB tersebut seperti kebingungan dan sangat menyesali tindakannya. “Mendengar jawaban istri saya, dong diam dia Pak Humaidi ini, bingung dia,” kata Hadi.

Apakah pihaknya akan menempuh langkah hukum oleh kejadian tersebut? Ketua DPW PKS NTB ini mengaku sedang berkoordinasi untuk mendalami lebih jauh sehingga pelaku bisa segera tertangkap. Sementara, Humaidi yang dikonfirmasi suarantb.com mengenai persoalan itu belum memberikan keterangan apapun.

Untuk diketahui, selain Humaidi, salah seorang pengurus DPW PKS NTB juga mengalami kejadian serupa sebagaimana yang dialami Humaidi. Sehingga sampai saat ini pelaku penipuan yang mengatasnamakan Wakil Ketua DPRD NTB tersebut telah menerima transfer uang senilai Rp 9 juta.
Sejauh ini, ujar Hadi, pihaknya maupun Humaidi memang belum melaporkan penipuan ini ke aparat kepolisian. “Kita tunggu kalau kejadiannya terus berulang, kita akan laporkan,” ujarnya. (ast)