Ketua DPRD Kota Mataram Usulkan Moratorium Izin Pendirian Retail Modern

Mataram (suarantb.com) – Pro dan kontra mengenai keberadaan retail modern di Kota Mataram nampaknya belum berakhir. Kedatangan sejumlah warga Karang Genteng yang mengeluhkan keberadaan retail modern ke kantor DPRD Kota Mataram, Senin, 20 Maret 2017 pagi, menandakan pro dan kontra terkait retail modern masih berlanjut.

Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH, mengatakan perlu dilakukan kajian secara komprehensif terkait perizinan pembangunan retail modern tersebut. Sebelum memutuskan kebijakan terkait persoalan tersebut, pengkajian dengan melibatkan berbagai pihak sangat diperlukan, agar pemerintah daerah memiiki dasar yang kuat dan tidak mengacu pada spekulasi dan asumsi semata.

Iklan

“Kami kira, supaya kita memiliki dasar untuk mengambil kebijakan, saya lebih mendorong eksekutif melakukan pengkajian secara komprehensif melibatkan banyak pihak terutama para pakar yang memilki kompetensi di sana. Supaya kita tidak hanya berspekulasi dan berasumsi memahami keadaan tersebut,” katanya.

Untuk itu,  ia mengusulkan perlunya  moratorium pendirian retail modern dalam jangka waktu tertentu. Dalam masa moratorium tersebut, menurut Didi, harus dilakukan pengkajian secara menyeluruh dan tidak hanya berpaku pada satu perspektif saja.
Artinya, pengkajian bukan dilakukan dengan mengacu pada kasus parsial saja. Namun dilihat dari berbagai dampak dan kemungkinan yang akan terjadi dengan pemberlakukan kebijakan tersebut.

“Yang kami katakan komprehensif itu adalah kontennya juga, analisa perspektifnya harus menyeluruh. Jangan sampai di waktu yang pendek itu kita melakukan hal yang kontradiktif dengan keadaan yang sesungguhnya,” sarannya.

Langkah-langkah tersebut menurutnya harus segera dilakukan agar tidak memunculkan persoalan baru. “Jangan menambah masalah lagi, jadi saya lebih cenderung lakukan moratorium dan di masa itu lakukan kajian secara komrehensif,” pintanya.

Didi mengatakan  sebagai daerah  yang terus berkembang, Kota Mataram masih bergantung kepada sektor jasa dan perdagangan. Oleh karena itu, dengan pengkajian secara menyeluruh, baik melalui perspektif usaha kecil maupun retail modern, diharapkan mampu melihat lebih dalam potensi dampak yang terjadi. Serta kebijakan yang tepat dalam menghadapi dampak-dampak yang terjadi tersebut. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here