Ketika TGB Jadi Pepadu Melawan Najmul Akhyar

Tanjung (Suara NTB) – Gelaran festival Pesona Gili Indah di Gili Trawangan, Sabtu, 5 November 2016, berlangsung menarik lantaran partisipasi aktif yang ditunjukkan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi.

Momen itu, Gubernur terlibat di ajang Color Run mengelilingi Gili Trawangan, serta meladeni “tantangan” Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH, di ajang Presean. Meski tak memperebutkan gelar juara, namun peresean Gubernur versus Bupati Lombok Utara sebagai dua pepadu itu menjadi tontotan sebagian besar masyarakat.

Iklan

Kegiatan Color Run di Gili Trawangan menempuh jarak sekitar 8 km. Sebagai seorang Kepala Daerah, fisik TGB – sebutan Gubernur, terbilang sangat kuat untuk bisa menyelesaikan rute dan sampai di garis finish. Berangkat dari titik start, Sunset Bar, Gubernur diiringi sekitar 250an peserta kembali finish di titik semula.

“Yah tentu capek. Tadi kesulitannya hanya di tanjakan saja, agak berat soalnya,” kata Gubernur usai menyelesaikan lari.

Di saat yang lain harus berlari kecil bahkan jalan kaki menyelesaikan rute lari, terlihat Gubernur terus berlari tanpa henti. Seakan tak ada letihnya. Rupanya, ia punya trik sendiri untuk mengalahkan rasa letihnya itu. Lari sebagai sebuah aktivitas yang memerlukan energi dan menguras tenaga, menurut Gubernur harus dilakukan sungguh-sungguh, bersabar, dan yakin sampai di garis finish.

“Sabar saja, nanti juga sampai. Selain itu tergantung kita juga, pokoknya pintar-pintar atur nafas saja,” katanya membocorkan trik larinya.

Masih di lokasi garis finish – depan Sunset Bar, Gubernur tak ingin melewatkan kesempatan memberi sebuah eksibisi melalui aksi Peresean dengan Bupati Lombok Utara. Meski laga yang dilakukannya sebuah laga tanpa sarat gengsi, namun Gubernur terlihat ingin agar lawan tandingnya tak “main-main”. Buktinya, Gubernur pun memberi instruksi ke Najmul untuk mengarahkan tongkat rotan Najmul tepat ke atas bidak perisai yang dipegang Gubernur.

  Jembatan Belum Diperbaiki, Aktivitas Keagamaan dan di Kebaloan Terganggu

“Pak Bupati, nanti saya pukul disini, bapak pukul di sebelah sana ya,” demikian imbau TGB sebelum menyiapkan jurusnya.

Untungnya, instruksi TGB dilakukan benar oleh Bupati. Sekitar 5 menit berlalu, laga amal Peresean antara Gubernur dan Bupati berjalan seimbang. Diantara kedua Pepadu (petarung) itu, juri pun memberikan hasil imbang. Tak ada yang terluka, walaupun keduanya berbalas pukulan telak mengenai Ende (perisai) masing-masing.

Sedikit berbeda dengan “live show” yang ditunjukkan Pepadu yang merupakan pejabat SKPD Pemda KLU. Laga amal antara Kabag Humas Setda KLU, H. Saprinadi dan Kepala Dinas Pariwisata KLU, H. Muhadi, SH. Pertarungan keduanya memberi greget akan makna dan identitas Peresean. Dalam pertarungan keduanya, nampak Muhadi terkena beberapa sabetan rotan yang dilancarkan Saprinadi secara bertubi-tubi. Pada akhirnya, pertarungan itu pun berakhir seri dan membuat riang semua penonton yang menyaksikan.

Pada kesempatan itu, Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar menegaskan sektor pariwisata merupakan program unggulan Pemerintah daerah. Ke depannya, sektor ini akan menjadi prioritas untuk dikembangkan. Sebagai sektor unggulan, perkembangannya harus sejalan dengan perkembangan perekonomian masyarakat.

“Seperti langkah kita dengan pengusaha. Itu produk lokal kita semua harus masuk, sehingga masyarakat bisa sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dispar NTB, H. M. Faozal mengatakan festival Gili Indah bisa dilakukan setiap saat. Penyelenggaraannya kali ini yang memikat wisatawan membuatnya optimis untuk menjadwalkan event ini sebagai agenda tahunan. Terlebih goal dari acara ini tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata dan meningkatkan lama tinggal wisatawan.

“Kita mau ini jadi agenda tahunan untuk meningkatkan angka kunjungan. Seperti di Mataram, dan di Lombok Tengah ada bau nyale begitu pula juga di Lobar Festival Senggigi kemarin,” demikian Faosal. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here