Ketika Kesucian Direnggut Ayah Kandung

Selong – Sejak usianya baru menginjak 13 tahun, selama tujuh tahun, S (19) warga Kecamatan Terara, Lombok Timur (Lotim) harus menjadi korban nafsu bejat seseorang. Parahnya lagi, orang yang diduga melakukan perbuatan bejat itu adalah ayah kandungnya sendiri, Dah (50).

DI hadapan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim S blak-blakan mengungkapkan nasib buruk yang dialaminya.  Dirinya sudah tidak tahan memenuhi nafsu bejat sang ayah.

Iklan

Begitu juga di hadapan wartawan, S mengaku sudah tidak tahan dengan perilaku bejat sang ayah. Setiap melakukan hubungan badan, ayah kandungnya ini mengancam akan membunuhnya menggunakan parang yang terhunus.

Sebenarnya, si ayah ini sudah memiliki istri dan memiliki anak dari hasil pernikahannya pascaperceraiannya dengan ibu kandung S. Mengetahui hubungannya dengan anak kandungnya, ibu tiri S ini pun memilih bercerai. “Kalau ibu kandung saya sudah lama meninggal,” tuturnya sedih.

Dari hasil hubungan sedarahnya dengan sang ayah, seorang anak perempuan lahir secara normal pada tahun 2015 lalu. Kini usia anaknya itu sudah 18 bulan. Belum bisa berjalan dan belum bisa berbicara.

Beban menjadi selingkuhan ayah kandungnya ini terpaksa ia pendam. Hal ini karena ia takut kepada ayahnya. Menurut S, ayahnya termasuk orang yang rajin mencari jampi-jampi pada orang-orang pintar agar hubungannya ini tidak diendus orang.

Akan tetapi, sepandai-pandai menyimpan bangkai pasti akan tercium juga. Begitulah kiranya kasus yang coba terus disembunyikan ini mulai terkuak. Mengetahui dirinya hamil, si ayah katanya tidak meminta untuk menggugurkan. Melainkan siap untuk memelihara anaknya.

Kehamilan makin membesar. Terang saja membuat makin menimbulkan rasa takut. Takut dipertanyakan oleh banyak orang. Modus joki kemudian diambil ayah. Dibayarlah LA, sebagai suami bayaran S. LA hanya dibayar Rp 500 ribu sekitar awal tahun 2015 lalu. LA, warga beda dusun dengan S ini mau saja, karena saat itu katanya sedang sangat butuh uang.

Bersama LA, tutur S hanya semalam saja. Karena setelah itu, si ayah memanggilnya kembali pulang. Genap sepekan, S kemudian bercerai dengan LA. Tujuan sang ayah menikahkan S dengan LA ini dengan catatan, ada ayah dari cabang bayi yang sedang dikandung anaknya.

Dah mengakui perilaku bejatnya itu. Di hadapan polisi ia pun mengaku sangat menyesal. Penuturannya, memang ia sudah sangat sering melakukan hubungan tidak wajar tersebut. ia melakukannya secara sadar dan kerap mengancam anaknya saat tidak mau melayani nafsu bejatnya.

Sejumlah pertanyaan pun coba dibantah oleh pelaku ini. Pelaku ini mencoba berkilah dari semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Setelah dicecar dengan sejumlah pertanyaan baru dia mulai terbuka dan mengakui semua perbuatannya.

Terakhir katanya ia sudah lemah dan tidak berhasil menyetubuhi anak kandungnya. Pengakuan dari S sendiri, terakhir disetubuhi ayahnya pada Sabtu lalu. Ada beberapa cara yang coba dilakukan untuk menyembunyikan perilaku busuknya itu. Termasuk dengan cara-cara perdukunan. Cara-cara tersebut coba ditempuh semata agar tidak terendus oleh orang lain. (rus)