Ketika Islamic Center Menyambut Jemaah Shalat Idul Adha

Mataram (suarantb.com) – Untuk pertama kalinya, Masjid Islamic Center, yang resmi bernama Masjid Raya Hubbul Wathan, menjadi lokasi penyelenggaraan shalat Idul Adha. Sejumlah catatan menarik pun mewarnai penggunaan ikon Pulau Seribu Masjid ini.

Seperti diketahui, pelaksanaan Shalat Idul Adha 1437 H di Pemprov NTB dipusatkan di Islamic Center yang baru-baru ini juga menjadi pusat penyelenggaraan MTQ Nasional ke-26.

Iklan

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Walikota dan Wakil Walikota Mataram, serta jajaran pejabat lingkup Pemprov NTB dan Kota Mataram berbaur dengan ribuan jemaah dalam kekhusyukan pelaksanaan Shalat Idul Adha kali ini.

Hanya saja, pelaksanaan shalat kali ini sedikit berbeda karena pengaturan jemaah laki dan perempuan yang tidak seperti biasanya.

Karena terbatasnya daya tampung masjid, banyak jemaah laki dan perempuan yang terpaksa shalat dalam shaf yang sama. Bahkan, tidak sedikit jemaah laki yang shalat di belakang jemaah perempuan yang memang sudah lebih dulu menempati lokasi di bagian depan pelataran masjid.

Bercampur baurnya shaf laki dan perempuan ini sempat membingungkan sejumlah jemaah. Tak sedikit pula jemaah yang mencoba mencari ruang di bagian dalam dengan mencoba menaiki lantai II yang diperkirakan masih menyediakan ruang yang lapang. Sayangnya, setelah menaiki tangga dan melihat kondisi lantai II, perkiraan itu ternyata meleset dan mereka pun kembali ke pelataran masjid.

Islamic Center

Meski menjadi masjid paling megah di NTB, bangunan Masjid Islamic Center tampaknya  memang belum cukup luas untuk menampung membeludaknya jemaah yang mengikuti Shalat Idul Adha 1437 H, yang jatuh pada Senin, 12 September 2016.

Terlepas dari persoalan tersebut, secara keseluruhan, pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Raya Hubbul Wathan ini berlangsung khidmat. Shalat dipimpin oleh Imam, Ustad H. Abdul Aziz Bin Agil.

Sementara, Dosen UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, KH. Dr. Abdul Malik Madaniy, MA bertindak selaku khatib. (aan)