Ketika Bupati Dompu Merasa “Dipecat” oleh Birokrasi

Dompu (Suara NTB) – Surat undangan pawai taaruf dalam rangka menyambut Ramadan oleh pemerintah Kabupaten Dompu bekerjasama dengan kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu yang ditandatangani Asisten Pemerintahan dan Aparatur Setda Dompu mendapat respon Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin.

Undangan tersebut justru tidak dicantumkan kepada Bupati Dompu, tapi langsung Wakil Bupati, sehingga menjadi polemik di media sosial. Bupati pun menilai, surat yang dikeluarkan Bagian Kesra Setda Dompu sebagai bentuk pemecatan dirinya dari jabatan Bupati Dompu.

Iklan

“Anda tahu apa artinya surat ini? Anda memecat saya jadi Bupati. Itu yang saya marah. Jadi saya minta kepada saudara – saudara, mulai hari ini tidak usaha berlebihan. Sekali lagi saya minta, tidak usah berlebihan,” tegas H. Bambang M. Yasin dalam rapat pejabat eselon II dan III lingkup pemerintah Kabupaten Dompu di pendopo Bupati, Jumat, 26 Mei 2017.

Pada 23 Mei, tanggal keluarnya surat undangan, kata H. Bambang, dirinya masih masuk kantor dan beraktivitas seperti biasanya. Bahkan dirinya baru meninggalkan Dompu Rabu (24/5) pagi pukul 06.00 wita. Selama ini, ada beberapa orang yang membutuhkan tandatangan dirinya dan sifatnya mendesak, diizinkannya untuk dikopi.

“Saat surat ini diproses, saya ada di Dompu. Saya baru pergi dari Dompu jam 06.00 Wita pagi hari Rabu,” katanya.

Bambang pun menegaskan bahwa dirinya masih menjadi Bupati Dompu hingga ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dan prosesnya masih panjang. Para pejabat tidak perlu berandai – andai soal nasibnya.

“Bapak – bapak, ibu – ibu kerja saja, sampai ada keputusan yang inkrach dari pengadilan yang menyatakan saya harus bertanggungjawab atas kasus itu. Saat itulah saya tidak lagi jadi Bupati Dompu. Saat itu saya tidak bisa tandatangani apapun yang ada di daerah ini,” tegasnya.

Namun H. Bambang meyakinkan, bahwa dirinya kini lebih yakin dari sebelum dirinya ditetapkan sebagai tersangka dan makin bersemangat. “Karena saya yakin, kebenara tetaplah kebenaran,” yakinnya.

Karenanya, H. Bambang meminta kepada para pejabat untuk bekerja seperti biasa menyelesaikan tugas – tugas yang telah direncanakan bersama dan program yang sudah disiapkan. “Jangan anda menambah bingung masyarakat,” ingatnya. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here