Ketergantungan pada Gawai, Siswa Perlu Diberikan Penyegaran

H. L. Fatwir Uzali (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Belajar dari Rumah (BDR) dampak dari pandemi Covid-19 memaksa sebagian siswa bergantung dengan penggunaan gawai dalam proses belajarnya. Penggunaan gawai yang cukup sering bisa memberikan beragam dampak ke siswa, baik dampak positif maupun negatif. Oleh karena itu, diperlukan penyegaran ketergantungan gawai siswa, terutama saat pembelajaran secara tatap muka sudah bisa dimulai.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.M., mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan dengan kepala sekolah mengenai siswa yang terlalu lama menggunakan gawai atau ponsel. Pihaknya ingin ada pemulihan atau penyegaran dari dampak penggunaan gawai terlalu lama.

“Kami akan diskusikan dengan kepala sekolah, bagaimana dengan anak yang terlalu lama menggunakan gawai, (mungkin) mereka terlalu sering main game, terlalu sering pegang ponsel. Kami ingin ada pemulihan,” katanya.

Menurut Fatwir, nantinya ketika belajar secara tatap muka sudah bisa dilaksanakan di Kota Mataram, ia menginginkan ada penyegaran kepada siswa selama dua sampai tiga hari. Kemungkinan akan diisi dengan permainan atau kegiatan lainnya.

Diakuinya, konsep BDR dengan daring akan tetap digunakan, tapi nantinya akan lebih ditekankan mengenai penggunaan gawai atau ponsel secara sehat. “Bagaimana nantinya  mempergunakan ponsel dengan tepat, sesuain arahan guru dan orang tua,” katanya.

Di samping itu, pembukaan pembelajaran secara tatap muka di Mataram belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, karena situasi Kota Mataram berbeda dengan daerah lain. Menurutnya, opsi menggelar uji coba di beberapa sekolah sulit dilakukan, karena jarak antar wilayah di Mataram relatif dekat. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan kegaduhan. “Jadi kami putuskan, kalau kami buka, buka semua, kalau belum, belum semua, supaya tidak jadi kegaduhan di masyarakat,” tegasnya.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Mataram, Drs. H. L. Kaharudin pada Kamis, 19 November 2020 mengatakan, terkait dengan permasalahan penggunaan gawai selama BDR, ia berharap pembelajaran secara tatap muka terbatas bisa segera dilaksanakan di Mataram.

“Kalau dibolehkan oleh Walikota Mataram dan Gugus Tugas, siswa dihadirkan separuh dari jumlah siswa dengan mengedepankan protokol Covid-19 yang lengkap,” harapnya. (ron)