Ketagihan Judi Daring, Sepatu Rombeng pun Dicuri

Kapolsek Mataram AKP Rafles Girsang (kiri) menunjukkan barang bukti sepatu rombeng yang diduga dicuri tersangka Budimen (tengah). (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Budimen (33) ketagihan judi daring alias online. Dia mencari modal untuk pasang taruhan. Sampai-sampai harus mencuri sepatu rombeng di Pasar Karang Sukun, Mataram. Sepatu bekas kiriman dari luar negeri itu belum sempat terjual. Tapi Budimen tertangkap.

Kapolsek Mataram AKP Rafles Girsang menjelaskan, Budimen dua kali masuk ke ruko Karang Sukun. “Dua kali masuk dia dapat 10 pasang sepatu bekas berbagai merek,” ujarnya, Selasa, 10 Maret 2020.

Iklan

Budimen masuk lewat atap. Plafon ruko dijebol. Sepatu-sepatu bekas kemudian dimasukkan pakai karung. Cara yang sama dipakai Budimen saat menerobos masuk untuk yang kedua kalinya. Dia bisa masuk lebih mudah karena pelafon sudah bolong.

“Dia adalah warga sekitar. Barang sempat disimpan di rumah keluarganya. Belum sempat dijual,” kata Rafles. Budimen merupakan residivis. Kasus narkoba pernah membawanya ke penjara dengan vonis satu tahun delapan bulan.

Budimen mengaku sudah menawarkan sepatu rombeng curian ke beberapa orang. Ada yang akan dijualnya Rp50 ribu. Ada juga yang Rp200 ribu tergantung kondisi sepatu. Maklum barang bekas.

“Hasilnya mau dipakai judi online,” ungkapnya.

Lebih apes lagi, Wawan (27). Pria warga Gomong, Selaparang, Mataram ini gagal mencuri di Gang Masjid Karang Bedil, Mataram Timur, Mataram. “Ketahuan lalu diamuk massa,” sebut Rafles.

Wawan yang baru keluar dari penjara dua minggu lalu ini mau mencuri ponsel di salah satu rumah warga. Wawan baru naik pagar dan langsung kepergok warga. Wawan tidak berhasil lari. Amukan warga membuat hidungnya luka.

Awalnya, kata Rafles, Wawan minta tolong dua kawannya, Hendi dan Ical. Wawan minta diantara pakai motor roda tiga Kaisar bernomor polisi DR 3608 EB. Dia mengiming-imingi temannya itu uang Rp50 ribu.

“Temannya ini tidak tahu kalau dia (Wawan) mau pergi mencuri. Dia kita kenai pasal percobaan pencurian,” tutup Rafles. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional