Kesuksesan Manggelewa Jadi Penentu Kelanjutan Program

Dompu (Suara NTB) – Kecamatan Manggelewa ditunjuk sebagai kawasan mandiri pangan (KMP) yang melibatkan lima kelompok di lima Desa. Pendampingan dan pelatihan serta bantuan permodal bagi kelompok binaan dilakukan untuk menyukseskan program.

Kesuksesan program di Kecamatan Manggelewa ini menjadi penentu dilanjutkan program ke Kecamatan lain yang didanai APBN.

Iklan

Kawasan mandiri pangan sebagai kawasan yang dibangun dengan melibatkan keterwakilan masyarakat berasal dari kampung – kampung terpilih untuk menegakkan masyarakat miskin atau rawan pangan menjadi kawasan mandiri ini dilaksanakan sejak 2015 lalu hingga 2018 mendatang. Di awal program disiapkan perangkat dan pembinaan di tingkat Kabupaten hingga kelompok binaan serta tokoh masyarakat di tingkat Kecamatan.

“Setelah tahap pertama di Manggelewa akan pindah ke Kecamatan lain dengan catatan, ini (program di Kecamatan Manggelewa) harus sukses,” kata Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Ir. M. Makmun, M.Si kepada Suara NTB, Selasa, 25 April 2017.

Kelompok binaan, lanjut Ir. Makmun, selain diberi pelatihan terkait manajemen kelompok dan teknik budidaya sesuai pilihan serta potensi bahan dasar di sekitar kelompok juga diberi bantuan dana. Untuk dua kelompok yang mendapat program budidaya tahun 2016 lalu memperoleh bantuan Rp 100 juta.

Selain kelompok binaan, Dinas Ketahanan Pangan selaku pembina dan koordinator di tingkat Kabupaten juga membentuk lembaga keuangan kawasan (LKK) yang terdiri dari perwakilan kelompok. Lembaga inilah yang mengelola anggaran untuk mendukung program kelompok. Juga dibentuk forum komunikasi kawasan (FKK) di tingkat Kecamatan yang terdiri dari Camat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk memantau pelaksanaan kegiatan KMP. “Kita hanya memfasilitasi agar masyarakat bisa maju,” ungkapnya.

KMP itu sendiri sebagai kawasan yang dibangun dengan melibatkan keterwakilan masyarakat yang berasal dari kampung-kampung terpilih (5 Desa) untuk menegakkan masyarakat miskin atau rawan pangan menjadi kawasan mandiri.

Selain dua kelompok di dua Desa yang melakukan budidaya di tahun kedua program, Ir Makmun juga mengungkapkan, ada kelompok pengolahan hasil yang mensinkronkan dengan kelompok budidaya. Yaitu kelompok Sumber Usaha Desa Kampasi Meci, dan kelompok Bina Bersama Desa Nusa Jaya. Sehingga pengolahan yang dilakukan berupa marning jagung, emping jagung dan telur asin.

“Saat ini kita sedang menunggu pencairan dana untuk tahap kedua,” terangnya.

Sementara untuk tahap ketiga berupa pemasaran yang diperoleh kelompok Kejar Mandiri Desa Doromelo. Kelompok ini akan memasarkan hasil kelompok binaan sebelumnya. Namun kelompok ini mulai aktif dan mendapatkan bantuan dana tahun 2018 mendatang. “Kita lakukan pendampingan agar masing – masing kelompok bisa maju,” katanya. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here