Keseriusan Zaini Mundur dari ASN Dipertanyakan

Salmun Rahman. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sampai saat ini masih mempertanyakan dan menunggu keseriusan, mantan Staf Ahli Bupati, Drs. M. Zaini mundur atau pensiun dini sebagai ASN di Lotim. Hal tersebut dikarenakan sejauh ini, Zaini dikabarkan cukup menciderai birokrasi di Lotim atas ulahnya yang mempromosikan diri sebagai calon bupati.

“Kalau betul-betul serius mundur dari ASN supaya bersurat dan mengajukan pengunduran dirinya ke kami (pemerintah),” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, Drs. Salmun Rahman, dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 26 Februari 2021.

Iklan

Diakui Salmun, saat ini proses baik pengunduran diri Zaini sudah disampaikan terhadap dirinya secara lisan bahkan sudah mengambil formulir di BKPSDM untuk mengundurkan diri dari ASN. Namun itu kembali ke hak yang bersangkutan apakah mengembalikan formulir tersebut yang masih kosong atau sudah diisi. “Kita masih menunggu, formulir pengunduran diri yang sudah diambil belum dikembalikan sampai sekarang,”ungkapnya.

Sementara tindakannya untuk mengajukan pensiun dini inipun sangat didukung oleh Pemda Lotim. Pasalnya, atas ulahnya selaku ASN namun sibuk mempromosikan diri sebagai calon bupati Lotim cukup menciderai birokrasi Lotim. Tindakan itupun sudah mendapat respon dari Pemda berupa menempatkan Zaini dijabatan staf ahli bupati hingga dibebastugaskan.

Untuk sanksinya pun beragam, sudah dipanggil dan diberikan peringatan sebanyak dua kali. Saat pemanggilan itu, Zaini berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya namun diingkari. “Pemerintah sudah bersikap. Pak Zaini ini kan masuk dalam pelanggaran etik. Kalau kita sangat dukung pensiun dini itu supaya jangan pak Zaini mimpi untuk dapat jabatan lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, Zaini mengakui pengunduran dirinya sedang diproses di BKPSDM Lotim. Alasan mendasarkan untuk mengajukan pengunduran dirinya di sisa waktu kerja dua tahun ini agar fokus berbaur ke masyarakat untuk maju di Pilkada 2024 mendatang. “Saya mundur karena ingin fokus sosialisasi ke masyarakat. Inilah yang semestinya dilakukan ASN jika ingin maju jadi calon bupati,” terangnya.

Zaini membantah jika pengunduran dirinya dari ASN dikarenakan takut dikenakan sanksi disiplin karena beberapa kali mendapat pembinaan dari BKPSDM Lotim. Sebaliknya langkah tersebut dilakukan agar tidak menciderai sistem pemerintahan di Kabupaten Lotim mengingat dirinya saat ini mendapat banyak undangan silaturrahmi dari masyarakat. “Saya tidak ingin menciderai pemerintah. Maka saya selaku ASN siap mundur agar lebih leluasa memenuhi panggilan masyarakat,” tegasnya.

Adapun karir jabatan Zaini di birokrasi Lotim, antara lain  Zaini yang awalnya seorang guru dipercayakan untuk menduduki kursi Kepala Bidang Dikdas Dikbud Lotim dan kemudian naik menjadi Sekretaris Dikbud. Ia kemudian naik jabatan menduduki kursi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub).

Namun karena ulahnya mempromosikan diri sebagai calon bupati di tengah mengemban amanah selaku pejabat eselon II, Zaini kemudian digeser ke staf ahli bupati bidang SDM dan saat ini menjadi staf biasa atau dibebaskan dari semua jabatannya. (yon)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional