Kesejahteraan Membaik, Guru Tak Boleh Asal-asalan Mengajar

H. Arsyad Abd. Gani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Perhatian pemerintah terhadap para guru kini kian membaik. Berbagai upaya dilakukan untuk memberikan kesejahteraan pada mereka. Oleh sebab itu, para guru harus lebih serius mengemban amanah sebagai pendidik dan tidak asal-asalan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) Dr. H. Arsyad Abd. Gani, M.Pd., mengingatkan pada guru dan kepala sekolah agar memahami dengan baik tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pendidik. Tugas sebagai pendidik diakuinya sangat berat, karena dituntut harus melahirkan generasi baik dan unggul.

Iklan

Apalagi para orang tua siswa telah memberikan kepercayaan pada lembaga pendidikan untuk menitipkan anak-anak mereka untuk belajar. Sehingga ini merupakan amanah besar yang harus dipikul para guru agar bagaimana menjawab harapan para orang tua.

“Tanggung jawab di depan orang tua siswa yang memberikan amanat untuk menitipkan putranya pada sekolah ini agar anaknya punya prestasi punya harapan masa depan yang baik. Lakukan amanat dengan baik dan sungguh-sungguh bukan hanya menggugur kewajiban,” kata Arsyad belum lama ini.

Dikatakannya, guru berbeda dengan profesi lain. Guru dicetak untuk membangun generasi. Itulah hal yang berat di dalam dunia pendidikan ini. Ada banyak temuan di antaranya banyak guru yang tidak mengajar dengan baik.

Padahal di satu sisi sudah ada sertifikasi guru sebagai kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan guru. Pemerintah telah memberikan perhatian besar di samping ada gaji. Hal demikian, karena pemerintah menyadari, jadi seorang guru tidaklah mudah. Karena mereka dituntut membangun bangsa dan daerahnya.

“Harapan mereka orang tua punya anak ingin punya masa depan yang baik dan ingin anak anak kita jadi berakhlak mulia,” ujarnya. (dys)