Kesan Kapolda dan Danrem Selama Dua Tahun Zul-Rohmi

Ahmad Rizal Ramdhani, Mohammad Iqbal.(Suara NTB/ist) 

Mataram (Suara NTB) – Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal merasakan hebatnya sinergi Forkopimda NTB dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah sebagai pengarahnya. Relasi yang tanpa sekat antaranggota Forkopimda.

‘’Pak Gub dan Bu Wagub tidak perlu ada protokoler. Kadang-kadang gubernur tiba-tiba sudah ada di belakang rumah saya. Setelah itu ngobrol-ngobrol. Ini yang membuat saya berpikir sinergi ini hebat,’’ ujar Iqbal kepada Suara NTB, Kamis, 17 September 2020, soal hubungannya dengan Dr. Zul di luar kedinasan.

Iklan

Di tingkat pimpinan, problem NTB tidak melulu dibahas dengan cara formal. Bahkan lebih guyub hanya berbekal kuliner seadanya dengan jadwal yang rutin. ‘’Ideologi, politik, budaya, ekonomi, keamanan, semua dibicarakan di situ. Intens. Jadi dekat di hati, pekerjaan selesai,’’ imbuh jenderal bintang dua lulusan Akpol 1991 ini.

Kedekatan emosional pun ditunjukkan saat agenda-agenda resmi. Suatu ketika dalam perjalanan rangkaian kunjangan kerja. Danrem 162/WB -karena paling junior kebagian memegang kemudi mobil. Iqbal duduk di sebelah kiri. Lalu Gubernur, Kajati, dan Kabinda anteng menjadi penumpang di belakang.

‘’Padahal kita punya mobil dinas masing-masing, punya driver, punya ajudan. Sebagai saudara, brother, kolega, kita memecahkan beberapa persoalan yang tentunya banyak di NTB. Tapi selesai,’’ urai Iqbal. Pandemi Covid-19 malah semakin membuat solid Forkopimda.

Menurut Iqbal, Wagub Umi Rohmi selalu hadir memberi motivasi. ‘’Saya melihat, dalam pandangan saya selaku Kapolda, sinergisitas kami semua, kolega dalam Forkopimda luar biasa. Hebat. Hebat itu di atas luar biasa. Tidak hanya tataran Forkopimda, Pak Gub ke bawah juga luar biasa, sampai tidur di musala. Ini tauladan,” pujinya.

NTB, kata Kapolda, dengan segala problemnya punya kelebihan di atas daerah lain. ‘’Yaitu sinergisitas, harmonisasi, soliditas, keakraban, keguyuban, engage kehangatan semua stakeholder luar biasa,’’ imbuh mantan Kadivhumas Polri ini.

Kepemimpinan Dr . Zul dan Umi Rohmi memang baru terhitung dua tahun pada 19 September ini. Tetapi, lompatan kebijakannya ditaksir bakal melaju jauh. Harapan tertumpu pada KEK Mandalika. Kawasan strategis pariwisata nasional yang akan menghelat balapan motor paling tinggi sejagat. ‘’Ini baru dua tahun, saya yakin, tiga, empat tahun akan semakin menguat. Sesuai lah. NTB ini akan berkembang pesat nanti. Ada Moto GP. Ada Mandalika. Insya Allah pandemi selesai. Itu akan menjadi megapolitan,” ujarnya.

Maka menurut Iqbal, NTB tepat memiliki figur sekelas Dr. Zul dan Umi Rohmi. “Pimpinan yang tanpa sekat dengan semua elemen tapi punya intelektualitas tinggi, visioner, untuk menjawab amanah sebagai pelayan dan pengabdi masyarakat,’’ tandas Kapolda.

Saling Melengkapi

Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani mengakui sinergitas tidaklah mudah. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Forkopimda NTB yang begitu solid dan sinergis. Dia rasakan betul dalam penanganan bencana yang silih berganti menghantam NTB. Belum usai rehabilitasi rekonstruksi pascagempa 2018 lalu, Covid-19 sudah datang menyusul. Habis gempa terbit virus Corona. Untungnya, unsur-unsur pimpinan daerah di NTB bisa menghadapinya dengan saling melengkapi.

‘’Sinergitas ini memang sangat luar biasa di NTB. Kami saling asah, saling asih, saling asuh,’’ ucapnya kepada dengan Suara NTB, Senin (14/9) lalu. Rizal menjabarkan bukti sinergitas itu dalam penanganan gempa bumi yang melanda pada JuliAgustus 2018 lalu. Sejak proses tanggap darurat, transisi, sampai rehabilitasi dan rekonstruksi berupa pembangunan rumah tahan gempa (RTG) warga terdampak.

‘’Pembangunan RTG dua tahun pascagempa sudah mencapai lebih kurang 95,7 persen dengan target 226.204 unit. Ini semua berkat kerjasama, bahu-membahu sesama Forkopimda,’’ ujar lulusan Akmil 1993 ini. Capaian proyek nasional RTG ini, pada Maret lalu sempat terguncang karena pemerintah fokus menangani pandemi Covid-19.

Kondisi ekonomi NTB pun demikian. Namun, sentra produksi masyarakat tetap tegak karena pendayagunaan IKM pada program bantuan sosial. Maka tak heran, imbuh Danrem, NTB kini bercokol di peringkat tiga nasional tingkat produksi pertanian. Dari yang sebelumnya berada di peringkat lima. ‘’Ini diapresiasi Mentan dengan bantuan yang jumlahnya hampir Rp1 triliun. Ini membuktikan sinergitas dan soliditas di NTB,’’ ujar Rizal.

Danrem pun menyampaikan penghormatan dan penghargaan yang tinggi kepada jajaran Forkopimda NTB di bawah arahan Gubernur Dr.H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. Penanganan Covid-19 pun menurutnya terkendali berkat sinergi. ‘’NTB masuk peringkat 24 (nasional). Ini sangat luar biasa. Patut dipertahankan dan tingkatkan. Sehingga makin sedikit yang positif dan makin banyak yang sembuh. Semua bisa asal kita punya kemauan dan kebersamaan. Kita solid membangun NTB,’’ pungkas Danrem. (why)