Kerusakan Parah Bangunan Berpotensi Bertambah

Kadis PUPR H. Mahmuddin Tura menunjukan retakan tambahan gedung Kantor Walikota Mataram 30 menit setelah gempa berkekuatan 5,7 SR,Kamis, 6 Desember 2018. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Gempa bumi berkekuatan 5,3 skala richter berpotensi menyebabkan bertambah parahnya kerusakan bangunan milik pemerintah, swasta maupun masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram Ir. H. Mahmuddin Tura mengatakan, bangunan sebelumnya kategori rusak sedang maupun ringan bisa berpotensi bertambah parah. Guncangan gempa sangat besar. Dipastikan mempengaruhi kondisi bangunan.

Iklan

“Iya, bangunan bisa bertambah parah ini,” kata Mahmuddin Kamis, 6 Desember 2018. Seperti bangunan gedung Kantor Walikota di Jalan Pejanggik. Retakan semakin bertambah dan dikhawatirkan membahayakan karyawan. Sepintas, ia melihat struktur kolom dan balok serta bagian lainnya mengalami kerusakan.

“Ini saya lihat. Dulu gempa pertama gak ada. Sekarang ada tambahan retakan lagi,” kata dia sambil menunjukan retakan bangunan.

Secara keseluruhan belum diperoleh laporan dari masing – masing kelurahan. Apakah ada kerusakan parah pascagempa kemarin atau tidak. Pihaknya akan mengkoordinasikan dengan lurah maupun camat. Jika diperlukan bisa saja dilakukan asesmen kembali.

“Mudah – mudahan tidak ada lagi,” harapnya. Dia menambahkan, pascagempa Bulan Juli – Agustus lalu. Masyarakat meminta bangunan miliknya dilakukan uji kelayakan. Karena keterbatasan tenaga dan banyaknya permintaan, sehingga tak bisa dipenuhi semua. (cem)