Kerumunan Pengunjung Toko Terancam Dibubarkan

Pusat perbelanjaan di Jalan Panca Usaha,Cakranegara dipadati. Protokol kesehatan masih menjadi kendala diterapkan. Pemkot Mataram mengancam akan membubarkan paksa pengunjung di toko pakaian jika tidak memperhatikan protokol Covid-19. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah pusat perbelanjaan baik itu toko pakaian maupun bahan makanan dipadati pengunjung. Protokol kesehatan sulit diterapkan. Petugas akan membubarkan potensi kerumunan mengantisipasi potensi penyebaran virus corona.

Kepala Seksi Ketertiban dan Operasional Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, I Made Agus JW menyampaikan, pihaknya bersama Dinas Perdagangan telah mengundang pemilik toko pakaian dan pusat perbelanjaan lainnya membahas antisipasi potensi kerumunan pusat perbelanjana,tempat parkir,pintu masuk dan kasir. Skenario disepakati bersama TNI dan Polri adalah membuat sekat atau pembatas di pintu masuk dan dalam gedung. “Sebagai tindaklanjut dari hasil rapat itu akan dibuatkan surat edaran,” kata JW sapaan akrabnya dikonfirmasi, Senin, 3 Mei 2021.

Iklan

Surat edaran ini sebagai acuan bagi pengusaha untuk memastikan penerapan protokol kesehatan. Sejumlah toko pakaian maupun bahan makanan di Cakranegara dipadati oleh pengunjung. Artinya, masih terjadi kerumunan. Dari pengakuan pemilik toko bahwa telah berusaha mengantisipasi kerumunan. Tingginya antusias masyarakat tidak bisa dibendung. “Kalau dari pengakuannya mereka sudah atur. Tapi karena masyarakat sangat antusias jadi sulit dikendalikan,”ucapnya.

Tim yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja,TNI dan Polri serta Dinas Perdagangan akan turun melakukan pemantauan. Jika ditemukan pelanggaran akan diberikan peringatan. Apabila tetap membandel, toko pakaian dan toko bahan makanan akan ditutup sementara atau kerumunan akan dibubarkan.  “Kita tutup sementara untuk memecah kerumunan,”pungkasnya.

Kapolresta Mataram,Kombes Pol Heri Wahyudi menambahkan, di pusat- pusat perbelanjaan akan didirikan posko pemantauan. Personil dari kepolisian,TNI dan Sat.Pol PP mengawasi aktivitas pengunjung. Jika terjadi kerumunan segera dibubarkan. “Nanti ada posko kita buat di titik – titik pusat perbelanjaan,”kata Heri.

Kapolres tidak menjelaskan teknis pengawasan di pusat perbelanjaan. Konsep itu akan dibahas bersama Dandim 1606 Lombok Barat. Terkait penindakan terhadap pengusaha yang membandel masih akan dibahas bersama tim. Tetapi pihaknya akan mengedepankan langkah persuasive. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional