Kerugian Negara Proyek IGD/ICU RSUD KLU Rp249 Juta

Tomo Sitepu. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejati NTB sudah menerima hasil audit kerugian negara kasus pembangunan IGD dan ruang ICU RSUD KLU tahun 2019. Kerugian negaranya mencapai Rp249 juta. Dua proyek ini sudah ditangani di tahap penyidikan. Kepala Kejati NTB Tomo Sitepu menerangkan, BPKP menyerahkan hasil audit kerugian negara kasus tersebut. “Kerugiannya Rp249 juta. Itu dari kasus yang di penyidikan,” sebut dia Jumat, 21 Mei 2021.

Kasus yang di tahap penyidikan ini diantaranya, Proyek penambahan ruang IGD RSUD KLU dianggarkan dalam APBD 2019 sebesar Rp5,41 miliar. Tender proyek tersebut dimenangi PT Batara Guru Group dengan penawaran Rp5,1 miliar. Sementara proyek penambahan ruang ICU RSUD KLU ditender dengan pagu anggaran Rp6,7 miliar. Proyek ini dikerjakan PT Apro Megatama dengan kontrak Rp6,4 miliar. “Yang ada audit kerugian negaranya itu yang penyidikan,” ujarnya.

Iklan

Modus korupsi yang sementara ini sudah ditemukan yakni dugaan kelebihan pembayaran terhadap kekurangan pekerjaan. Kemudian temuan kekurangan volume pekerjaan berdasarkan hasil cek fisik ahli konstruksi. Pengerjaan proyek ICU molor dari tenggat waktu sehingga diperpanjang kontraknya dengan adendum selama 50 hari pada Januari 2020. Sementara proyek gedung IGD diputus kontrak karena progres pekerjaan tidak sesuai dengan target. Proyek ini kemudian mangkrak.

Kemudian yang sebelumnya kerugian negara ditaksir Rp30 juta, itu dari kasus yang ditangani di tahap penyelidikan. Yakni penambahan gedung rawat inap kelas I, II, dan III yang ditender dengan pagu anggaran Rp5,15 miliar. PT Apro Megatama memenangi tender dengan harga penawaran Rp4,87 miliar. Kontraktor tersebut juga memenangi tender pembangunan gedung farmasi dengan penawaran Rp3,98 miliar. Proyek gedung farmasi ini ditender dengan pagu anggaran Rp4,16 miliar. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional