Kerugian Ditaksir Setengah Miliar, Tujuh Lapak PKL dan Lahan di Lobar Terbakar

Giri Menang (Suara NTB) – Dua kejadian kebakaran hebat terjadi di Lombok Barat (Lobar) pada hari yang hampir bersamaan. Masing-masing pada Rabu (13/10) siang dan Kamis (14/10) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran di dua lokasi ini, tetapi tujuh lapak PKL ludes dilalap si jago merah. Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta atau sekitar setengah miliar.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lobar, M. Sahlan mengatakan, kebakaran terjadi di dua tempat, yakni pada hari Rabu pukul 12.25 Wita terjadi kebakaran lahan di Rincung wilayah Gerung. Kemudian kebakaran di Desa Rumak Kecamatan Kediri, pada Kamis pukul 02.05 Wita.

Iklan

Sekitar tujuh lapak sebelah selatan jembatan Rumak terbakar.Ppihaknya menerjunkan dua mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai dengan 12 orang petugas. Begitu tiba di lokasi, api sudah membesar dan hampir membakar semua deretan lapak yang persis berlokasi di pinggir jalan utama tersebut. Saat kejadian kondisi sedang sepi, karena semua warga tertidur pulas.

Dengan cepat timnya menyelamatkan dua lapak PKL yang berada di deretan itu. Sedangkan tujuh lapak habis dilalap api. “Kami menghabiskan tujuh tangki mobil. Dan tidak ada korban jiwa,” sebutnya.

Namun akibat kejadian itu, barang dagangan seperti beras, peralatan, dan mobil warga terbakar. Ada juga uang milik warga ikut terbakar. “Bahkan ada ibu pemilik lapak itu menangis karena uangnya ikut terbakar di lapak itu. Uang itu diniatkan mau dipakai untuk rencana pergi umrah,” ujarnya.

Melihat dampak kebakaran yang melalap hampir semua lapak PKL di lokasi itu, ia menduga informasi ke Damkar kemungkinan terlambat. Karena kondisi saat kejadian warga sedang tertidur. Itu pun yang menginformasikan kejadian ke Damkar dari warga yang kebetulan lewat di jalur itu. Kalau saja, kejadian itu dilaporkan lebih awal mungkin tidak separah itu dampaknya.
“Makanya ada dua lapak tidak kena, karena kami begitu datang ke lokasi langsung menyiram di dua lapak itu untuk mencegah api menjalar. Sehingga itu bisa diselamatkan. Sementara, tujuh lapak berikut isi serta mobil warga yang terparkir di sana tidak bisa diselamatkan,” ujarnya.

Mantan sekdis pertanian itu menduga penyebab kebakaran karena adanya benda padat yang terbakar berasal dari luar bangunan, bisa saja dari sampah. Informasi dari warga, listrik masih menyala saat kejadian kebakaran. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional