Keroyok Kemiskinan, Bappeda NTB Atur Pelaksanaan Kegiatan Sosial Ormas dan Perusahaan Lebih Tertib

Iskandar Zulkarnain (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB mengatur pelaksana kegiatan-kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) dan perusahaan-perusahaan agar lebih tepat dan efektif menurunkan angka kemiskinan.

Pemprov NTB mengambil inisiatif ini untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan dengan sistem keroyok. Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Iswandi M.Si, melalui Kepala Bidang Ekonomi, Iskandar Zulkarnain, S.Pt, M. Si di ruang kerjanya, Jumat, 19 November 2021 menjelaskan, saat ini digalakkan Gerakan Multi Pihak untuk Penanggungalan Kemiskinan (GMPTK).

Iklan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada September 2020 tercatat 746,04 ribu orang (14,23 persen). Pada Maret 2021, jumlah penduduk miskin menjadi 746,660 orang (14,14 persen). Terlihat adanya penurunan persentase penduduk miskin selama periode September 2020 – Maret 2021 yaitu sebesar 0,09 persen poin. Akan tetapi, nilai ini masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan Maret 2020 yang tercatat sebesar 713,890 orang (13,97 persen).

Iskandar mengatakan, angka kemiskinan target dalam batas RPJMD pemerintahan Zul-Rohmi bisa diuturunkan menjadi 11,92 pada 2023 mendatang.

“Tapi kita ingin mengupayakan menurunkan angka kemiskinan di bawah 10 persen,” jelas mantan Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB ini.

Iskandar menambahkan, sebenarnya selama ini tidak sedikit kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, dan para pihak. Baik itu Ormas, maupun CSR-CSR perusahaan yang disalurkan melalui forum CSR. Yang mengarah kepada penurunan angka kemiskinan di masyarakat.

“Banyak kegiatan yang dilaksanakan Ormas, forum CSR berupa bantuan-bantuan kebutuhan. Kedepannya kita arahkan untuk disesuaikan dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang terekam by name by address,” ujarnya.

Forum komunikasi remaja masjid, forum komunikasi karang taruna baru-baru ini dikumpulkan dan bersepakat menurunkan angka kemiskinan di NTB, dari program-program sosial yang dimiliki. Bappeda NTB juga sudah memiliki data lengkap. Ada sekitar 40-an ormas. Termasuk badan usaha badan usaha BUMN melalui forum CSR, juga sudah diajak duduk bersama.

“Ternyata selama ini sudah banyak program-program bantuan kepada masyarakat, yang mengarah pada penurunan angka kemiskinan. Nah, nanti kita akan arahkan programnya, sesuai data DTKS,” jelas Iskandar.

Hal ini dimaksudkan, agar kegiatan-kegiatan sosial, atau bantuan-bantuan sosial tidak hanya diberikan kepada pihak-pihak tertentu saja (tidak double / tumpang tindih penyaluran). Sehingga tujuannya lebih efektif.  Dengan cara ini, ia mengatakan, optimisme dapat menurunkan angka kemiskinan, harapannya bisa dibawah 10 persen (satu digit). dengan melibatkan banyak pihak.

“Sekali lagi, program gotong royong ini semacam kita menghimpun semua pihak, kemudian kalau ada kegiatan sosial diarahkan kepada yang berhak menerimanya,” demikian Iskandar. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional