Kerjakan Gedung Rehabilitasi Medik, RSUD Kota Mataram Hindari Rekanan Tak Bermodal

Mataram (Suara NTB) – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Senin (4/6) telah menyerahkan dokumen lelang pembangunan rehabilitasi medik ke Bagian Layanan Pengadaan. Pengerjaan proyek senilai Rp18 miliar dihindari agar yang kerjakan bukan kontraktor ecek – ecek alias tak bermodal.

Ditemui Selasa, 5 Juni 2018, Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H.L. Herman Mahaputra menyampaikan, seluruh dokumen telah diajukan ke Bagian Layanan Pengadaan Setda Kota Mataram, untuk segera ditender. Akan tetapi sejauh ini, pihaknya belum mengetahui progres apakah telah diumumkan atau tidak.

Iklan

“Semua kita serahkan ke ULP,” jawabnya.

Meski pelaksanaan lelang sepenuhnya kewenangan Bagian Layanan Pengadaan, dr. Jack, sapaan akrab Direktur RSUD ini, tidak ingin rekanan yang mengerjakan tak memiliki modal dan peralatan lengkap.

Oleh karena itu, Bagian Layanan Pengadaan harus selektif melihat dari segi persyaratan dan kemampuan finansial rekanan. “Jangan kita dikasih kontraktor ecek – ecek. Baru sebulan kerja, terus mereka kabur,” tegasnya.

Pengalaman pengerjaan Gedung Graha dan UGD sebutnya, rekanan yang mengerjakan telah diketahui track record (rekam jejak). Dari segi finansial dan peralatan memadai, sehingga berpengaruh terhadap penyelesaian pekerjaan.

Terbukti proyek yang nilainya miliaran rampung meskipun ada sedikit keterlambatan. “Coba lihat selama ini kan tidak ada masalah,” cetusnya.

Dari hasil komunikasi dengan Bagian Layanan Pengadaan, kemungkinan awal Juli sudah bisa diketahui pemenang tender. Artinya, sisa waktu empat atau lima bulan rekanan dipastikan bisa menyelesaikan gedung tiga lantai tersebut.

Dari segi konstruksi menurut dia, tidak rumit dibandingkan pengerjaan Gedung Graha Mentaram. “Kalau ini tinggal nyambung aula di bagian belakang dengan gedung Graha itu saja. Apalagi akses masuk alat berat lebih mudah sekarang,” demikian kata dia. (cem)