Kerajinan Mutiara Mataram Jadi Oleh-oleh MotoGP

Seorang pedagang hasil kerajinan mutiara di Kecamatan Sekarbela melayani pembeli, Kamis, 11 Maret 2021. Menyambut gelaran MotoGP 2021 di KEK Mandalika, hasil kerajinan mutiara di Kota Mataram disiapkan menjadi salah satu merchandise atau oleh-oleh resmi untuk event balap motor internasional tersebut.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Kerajinan mutiara sebagai salah satu produk kreatif unggulan di Kota Mataram dicanangkan dapat masuk sebagai salah satu merchandise atau oleh-oleh khas MotoGP di Indonesia. Terlebih dari segi kualitas hasil kerajinan mutiara tersebut dinilai telah dapat bersaing dengan hasil produksi daerah bahkan negara lain.

“Kita memang belum ajukan untuk merchandise resmi, tapi kita punya IKM mutiara umumnya sudah menyiapkan diri untuk kegiatan MotoGP ini,” ujar Plt. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan UKM Kota Mataram I Gusti Ayu Yuliani, Kamis, 11 Maret 2021.

Iklan

Menurutnya, hasil produksi mutiara di Mataram secara umum telah menjadi salah satu produk unggulan untuk hasil kerajinan di NTB.Mengingat hasil kerajinan mutiara di Kota Mataram memiliki ciri khas dan keunikan dengan membawa kearifan lokal.“Model dan desain mutiara kita dari hasil perajin itu digemari dan menjadi incaran tamu atau wisatawan yang datang,” jelasnya.

Selain kerajinan mutiara, IKM konveksi dan pangan olahan juga diharapkannya dapat terlibat dan melihat peluang dari gelaran MotoGP yang akan dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tersebut. Untuk itu pihaknya akan mengajukan seluruh hasil produksi IKM Kota Mataram yang dinilai telah siap untuk mengikuti seleksi di tingkat provinsi.

“Nanti bagaimana kita bekerjasama dengan Provinsi. Karena untuk mendapatkan stand di sekitar (KEK Mandalika) itu mungkin agak sulit. Jadi sistemnya dipilih oleh provinsi kerajinan yang kita punya, diambil hasil kerajinan dari semua kabupaten/kota.Informasi yang kita terima seperti itu,” jelasnya.

Kendati demikian, Yuliani mengakui seluruh produksi kerajinan termasuk mutiara tersebut belum diarahkan untuk mengambil tema khusus MotoGP.“Jadi ini memang masih umum.Hanya saja kualitasnya bisa bersaing,” ujarnya.Kedepan, untuk menarik pasar, tema khusus dalam penggarapan hasil kerajinan dinilai perlu menjadi aspek penting yang diperhatikan pengerajin.

Dicontohkan seperti produk olahan pangan yang mulai beradaptasi untuk pasar yang lebih luas.Dimana untuk ayam Taliwang yang menjadi salah satu makanan khas yang banyak ditemukan di Kota Mataram telah dikemas agar dengan sistem vakum agar dapat bertahan untuk waktu yang lebih lama.

“Jadi itu kita perbaiki juga kemasannya.Kemasan sudah cukup bagus sekarang untuk pangan olahan.Jadi bisa bertahan untuk beberapa bulan, dan dijadikan oleh-oleh untuk ribuan tamu yang akan datang,” tandas Yuliani.(bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional