Kerahkan Potensi Turunkan Angka Kemiskinan

TGH. Mujiburrahman. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Angka kemiskinan di Kota Mataram cenderung mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19. Intervensi kebijakan mulai dirumuskan melalui berbagai program. Seluruh potensi akan dikerahkan untuk menekan penduduk miskin.

Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburrahman memahami jumlah penduduk miskin selama pandemi Covid-19 mengalami peningkatan. Meski demikian, pemerintah tidak tinggal diam dan mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satunya adalah pemerintah memiliki keinginan memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan kemaslahatan masyarakat, agar masyarakat kecil terbantu secara ekonomi.

Iklan

Persoalannya adalah, pandemi Covid-19 terus berlanjut mengharuskan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) merefocusing anggaran. “Walaupun demikian, kita tetap minta anggaran yang dialihkan diarahkan untuk penanggulangan kemiskinan,” kata Mujib ditemui di ruang kerjanya, Senin, 12 April 2021.

Dari sisi program, ia tidak ingin berjanji muluk – muluk kepada masyarakat. Pemerintah terus akan berbuat semaksimal mungkin menekan laju angka kemiskinan di Mataram. Data penduduk miskin sedang berproses. Mujib mengatakan, update basis data terpadu harus melibatkan aparatur tingkat bawah mulai dari RT dan kepala lingkungan. Detail perubahan status sosial masyarakat diketahui. “Kita sudah minta dilibatkan struktur pemerintahan paling bawah untuk pendataan,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram, jumlah angka kemiskinan pada Maret 2019 tercatat 43.190 orang atau 8,92 persen. Sedangkan, pada Maret 2018 42.601 orang atau 8,96 persen, sehingga terjadi penurunan angka periode Maret 2018 – Maret 2019 sebesar 0,04 persen. Diprediksi penduduk miskin pada Maret 2020 mengalami peningkatan.

Mujib mengakui, berbagai faktor memicu kenaikan penduduk miskin, selain pandemi Covid-19. Faktor urbanisasi juga menjadi penyumbang, meskipun angkanya tidak terlalu signifikan. “Iya, faktor urbanisasi juga ada,” sebutnya.

Menurut dia, intervensi penurunan angka kemiskinan juga perlu pelibatan masyarakat. Salah satunya membentuk komunitas kedermawanan. Komunitas ini akan membantu masyarakat dari sisi ekonomi. Pemerintah dan masyarakat setidaknya perlu berlari kencang untuk menuntaskan kemiskinan di perkotaan. Seluruh potensi harus dikerahkan maksimal. (cem)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional