Kepala Sekolah Harus Inovatif

H. Rumindah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dewan Pendidikan Provinsi NTB menilai adanya mutasi kepala SMA sederajat pada pekan lalu merupakan hal wajar. Kepala sekolah saat ini dituntut harus inovatif dan pandai berkomunikasi dengan semua pihak, serta menggerakan manajemen sekolah dengan baik.

Ketua Dewan Pendidikan Provinsi NTB, H. Rumindah menyampaikan, mutasi kepala sekolah adalah suatu kebutuhan dan memiliki masing-masing latar belakang. Menurutnya, mutasi merupakan suatu hal wajar. Ia mengingatkan, kepala sekolah harus inovatif, terutama di masa pandemi Covid-19 yang menyebaban pembelajaran tidak menentu dan sangat bergantung keadaan. Belum lagi era modern dan teknologi yang membuat pembelajaran menjadi fleksibel.

Iklan

“Jadi kepala sekolah harus punya jiwa inovatif, dan punya kemampuan manajerial tinggi. Koordinasikan keunggulan variabel belajar: siswa, guru, dan orang tua. Di tengah situasi terkini, kepala sekolah memang dituntut inovatif, kalau masih konvensional, ya tidak bisa,” jelas Rumindah.

Di samping itu, Rumindah menekankan, kepala sekolah harus pandai berkomunikasi perihal sekolah kepada masyarakat. Salah satu yang bisa dilakukan dengan mengaktifkan fungsi humas sekolah.

“Fungsi wakil kepala sekolah bidang humas difungsikan. Kalau tidak, masyarakat ini distorsi informasi kan di tengah pandemi ini. Tidak itu saja, dalam hal tertentu seperti PPDB dan sebagainya, harus ada sosialisasi, sejauh ini saya melihat fungsi humas sekolah tidak maksimal,” ujar Rumindah.

Terkait mutasi kepala sekolah, ia menyampaikan banyak alasan yang menyebabkan adanya mutasi, antara lain karena kepala sekolah sudah lama di satu sekolah, perlunya penyegaran. Selain itu, setelah adanya evaluasi perlu ada pergantian. Termasuk alasan habisnya masa jabatan karena sudah berkali-kali sebagai kepala sekolah.

“Wajar saja, selain dengan aturan, memang kebutuhan juga perlu mutasi itu. Selain itu, kepala sekolah yang diangkat sudah punya sertifikat calon kepala sekolah, tidak ada proses yang dikesampingkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTB melakukan mutasi Kepala SMA/SMK, serta melakukan promosi, dan mengembalikan sejumlah kepala SMA/SMK menjalankan tugas sebagai guru. Hal itu dilaksanakan dalam pelantikan/pengukuhan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrasi, dan kepala sekolah di Kantor Gubernur NTB, Jumat, 6 Agustus 2021.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan yang ditemui seusai acara pelantikan menyampaikan, ada sekitar 43 kepala sekolah yang dikembalikan menjalankan tugas fungsional sebagai guru.

Menurut Aidy, pola mutasi yang dilakukan ini berdasarkan prestasi kerja, masukan dari berbagai pihak, dan amatan yang dilakukannya secara langsung. Di samping itu, ia juga melihat dari masa kerja, serta dalam kondisi lingkungan tertentu diperlukan kepala sekolah baru. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional