Kepala PAUD Diberikan Pelatihan PSP

Kepala BP PAUD dan Dikmas NTB, Suka (paling kiri) saat menghadiri coaching clinic Program Sekolah Penggerak tahun II di TK Pembina Sumbawa dengan 50 peserta dari Kepala PAUD se-Kabupaten Sumbawa.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) NTB menyelenggarakan pelatihan atau coaching clinic Program Sekolah Penggerak (PSP) tahun II di TK Pembina Sumbawa dengan 50 peserta dari Kepala PAUD se-Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini dilakukan secara luring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kepala BP PAUD dan Dikmas NTB Drs. Suka, M.Pd., dalam sambutannya mengatakan Program Sekolah Penggerak Tahap II untuk wilayah NTB terpilih tiga kabupaten yaitu Lombok Barat, Lombok Utara, dan Sumbawa, jadi tidak semua kabupaten/kota yang terpilih, beda dengan Program Guru Pengggerak.

Iklan

“Untuk itu para peserta yang hadir memang pilihan, program ini juga sudah mendapat  dukungan penuh dari Bupati Sumbawa melalui video komitmennya terhadap Program Sekolah Penggerak ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Coaching Clinic PSP ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kebijakan Kemendikbud dalam melaksanakan PSP, tahapan pengembangan sekolah penggerak serta memberikan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan tahapan pendaftaran sekolah penggerak.

Pembukaan dilanjutkan dengan sambutan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbawa, Ir. Surya Darmasya yang memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Ia berharap Kepala PAUD yang hadir memenuhi persyaratan sebagai Calon Kepala Sekolah Penggerak.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh narasumber dengan Kebijakan PSP oleh Drs. Suka, M.Pd. Ia menyampaikan hal yang penting yaitu, PSP terdiri dari lima intervensi yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan.

Pertama, pendampingan konsultatif dan asimetris. Yakni program kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah daerah di mana Kemendikbud memberikan pendampingan implementasi sekolah penggerak. Kedua, penguatan SDM sekolah, penguatan kepala sekolah, pengawas sekolah, penilik, dan guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching one to one) dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemdikbud.

Sementara yang ketiga, tambahnya, pembelajaran dengan paradigma baru. Pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan luar kelas. Keempat, perencanaan berbasis data, manajemen berbasis sekolah: perencanaan berdasarkan refleksi diri sekolah.

‘’Dan kelima, digitalisasi sekolah, penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang disesuaikan,’’ terangnya.

Pemaparan dilanjutkan oleh Widyaprada BP PAUD dan Dikmas NTB, Fauziah Syahrawati yang memberikan bimbingan teknis terkait desain dan strategi implementasi PSP tahun 2021 mulai  dari tahap pendaftaran, seleksi, sampai dengan implementasi. Pemaparan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengupas aspek-aspek implementasi PSP mulai dari kriteria kepala sekolah yang berhak mendaftar PSP, alur pendaftaran, seleksi, sampai dengan penetapan kelolosan mengikuti PSP. Selama diskusi peserta antusias mengikuti kegiatan dengan memberikan pertanyaan secara langsung.

Kegiatan diakhiri dengan pengarahan dan penutupan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si. Pihaknya mengapresiasi, atas dedikasi, pengabdian dan pengorbanan yang guru dalam memberikan perkembangan dan kemajuan kepada putra dan putri di dunia pendidikan. “Ke depan tentu saja kita berharap bahwa visi untuk mewujudkan Sumbawa yang Sehat dan Cerdas itu bisa kita wujudkan bersama-sama,” ujarnya. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional