Kepala OPD Penghasil PAD di Lobar Diminta Tidak “Tidur”

H. Baehaqi (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Kinerja semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Lombok Barat (Lobar) menjadi sorotan. Kepala OPD pun ditegur Bupati H Fauzan Khalid, saat rapat pimpinan (rapim) menyusul realisasi PAD hingga saat ini masih sangat rendah.

Sekda Lobar Dr. H. Baehaqi menyebut realisasi per 30 Juni capaian PAD di 13 OPD penghasil atau non BLUD baru 26,88 persen, sedangkan BLUD sebesar 49,8 persen. Secara komulatif capaian PAD baru mencapai 34,61 persen. Dengan capaian PAD sebesar 34,61 persen ini, tegas dia, bupati pun memerintahkan semua kepala OPD penghasil PAD itu supaya berinovasi, tentu inovasinya tetap memperhatikan protokol Covid-19.

Iklan

“Itu teguran pak bupati kepada semua kepala OPD penghasil PAD, supaya berinovasi. Tidak terlena, jangan alasan Covid-19, terus tidur kepala OPD ini kan. Inovasi ini harus terus dilakukan,” tegasnya, Senin, 6 Juli 2020.

Teguran bupati agar kepala OPD berinovasi ini, ujarnya, termasuk keras, sehingga harus menjadi atensi kepala OPD untuk ditindaklanjut. Sebab jangan sampai kata dia, selama ini alasan Covid-19 membuat malas melakukan inovasi mencari PAD. “Begelak-gelak lonto (tidur-tidur terus),” kritiknya.

Berdasarkan realisasi PAD per 29 Juni, mencapai Rp 90 miliar lebih atau 32 persen lebih. Hingga Desember ditargetkan capaian PAD Rp 150 miliar lebih. Jika dilihat realisasi masing-masing OPD, dari 13 OPD penghasil PAD Diskominfo masih belum ada terealisasi alias 0 dari target Rp 1,8 miliar. Dinas Kelautan dan Perikanan dari target Rp 331 juta lebih baru terealisasi Rp 9 juta lebih atau 2,7 persen. Dinas PUPR baru mencapai 8,6 persen atau Rp 51 juta lebih dari target Rp 600 juta. Dinas Pertanian dari target Rp 750 juga terealisasi hanya Rp 80 juta lebih atau 10 persen lebih. BPKAD, dari target Rp 20,9 miliar lebih terealisasi hanya Rp 2,9 miliar lebih atau 14 persen lebih. Dispora, dari target Rp 35 juta hanya baru terealisasi Rp 6 juta lebih atau17 persen lebih. DPMPTSP baru terealisasi Rp 804 juta lebih dari target Rp 3,9 miliar.

  Maksimalkan Peran, Ubah Filosofi Kelola Tambang

Kemudian Dina perhubungan dari target Rp 1,4 miliar lebih, terealisasi hanya Rp 323 juta lebih atau 21 persen lebih. Bapenda, baru terealisasi Rp 33,9 miliar lebih atau 24 persen lebih dari target Rp139 miliar lebih.  Dikbud dari target Rp 100 juta, baru terealisasi Rp 26 juta lebih atau26 persen lebih, DLH dari target rp 2,7 miliar lebih baru terealisasi Rp1 miliar lebih atau 36 persen lebih. Disperindag, dari target PAD Rp50 juta baru terealisasi Rp 27 juta lebih atau 54 persen lebih. Di luar 13 OPD penghasil PAD ini, ada juga BLUD di antaranya Dikes dari target Rp 54 miliar lebih terealisasi Rp21,4 miliar lebih atau38 persen lebih dan RSUD dari target Rp 46,6 miliar lebih terealisasi Rp 29,5 miliar lebih atau 63,3 persen. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here