Kepala OPD di Lobar Dinilai Bekerja Buruk

Munawir Haris, H Baehaqi.(Suara NTB/dok)

Giri Menang (suara NTB) -Bupati diminta lebih tegas terhadap jajarannya yang berkinerja buruk sepanjang tahun 2020. Hal ini penting untuk meningkatkan kinerja dalam mencapai target pembangunan kedepan. Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Lobar Munawir Haris, Senin, 28 Desember 2020. Bicara kinerja jelas dia, ada parameternya. Pihaknya pun sudah memiliki catatan kinerja OPD yang dianggap buruk. “Kita berharap kepemimpinan (Bupati red) harus lebih tegas. Karena bicara kinerja OPD buruk baik dari serapan anggaran dan PAD harus diberikan punisment dan yang kinerja baik harus diberikan reward,” tegas Sekretaris Komisi II ini.

Karena kalau dibiarkan kinerja OPD yang buruk. Artinya tidak diberikan Sanksi, tentunya yang akan dilihat publik bukan OPD terkait. Akan tetapi yang dilihat Masyakarat adalah yang salah Bupati, Wabup dan Sekda. Padahal pimpinan sudah memerintahkan OPD, namun pada tataran pelaksanaan lemah maka disitulah perlu ada sanksi. “Yang dilihat oleh publik adalah bupati, sekda. Yang salah adalah pak bupati, sekda. Padahal yang Kinerjanya tidak bagus (buruk, red) adalah kepala OPD,” jelas dia.

Hal lain yang disoroti adalah sinergitas OPD dinilai masih kurang bagus. Bicara Pariwisata Misalnya, seharusnya semua OPD harus terlibat mendukung sesuai dengan tupoksinya. Tetapi yang ditangkapnya selama ini, justru yang terjadi OPD jalan-jalan sendiri. “Yang kami tangkap (lihat) justru yang terjadi OPD jalan sendiri-sendiri. Kedepan ini juga harus dievaluasi,” tukasnya. Ia pun berharap akhir tahun ini dijadikan bahan muhasabah dan renungan bagi semua pihak, termasuk Pemda hal ini penting untuk mengevaluasi apa yang belum bagus dan kurang tahun ini.

Menanggapi itu, Sekda Lobar Dr. H. Baehaqi menanggapi positif masukan dari dewan terkait kinerja OPD yang buruk perlu diberikan sanksi. Menurutnya masukan ini bagus untuk evaluasi kedepan.”masukan bagus untuk kita tindaklanjuti,” ujarnya.(her)