Kepala OJK NTB Berganti, Farid Faletehan Titip Beberapa PR

Kepala OJK NTB, Rico Rinaldy (kanan) bersama mantan Kepala OJK NTB, Farid Faletehan (kiri) saat ramah tamah dengan media dan pisah sambut kemarin.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pucuk pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB berganti. Farid Faletehan, Kepala OJK NTB sebelumnya ditarik ke OJK pusat sebagai Deputi Direktur Pengembangan Perbankan Syariah. Penggantinya adalah Rico Rinaldy yang sebelumnya bertugas di OJK Pusat.

Serah terima jabatan sudah dilakukan pada 15 Juni 2021 di Jakarta. Kamis, 24 Juni 2021 ramah tamah dilakukan dengan media di Kantor OJK NTB di Malomba, Ampenan Kota Mataram. Ramah tamah sekaligus pisah sambut ini berlangsung cair. Farid Faletehan pamit ke media dan akan menjalankan tugasnya di tempat baru. Farid juga menyampaikan permohonan maaf, selama menjabat sebagai Kepala OJK NTB.

Iklan

Pindah tugas ini juga mengikutkan staf Humas OJK NTB, Muhammad Abdul Mannan yang dipindah ke OJK Sulawesi Selatan. Hampir empat tahun, Farid Faletahan bertugas di OJK NTB. Beberapa keberhasilannya di NTB diantaranya, berhasil memerangi aktivitas investasi bodong, Himpunan Pengusaha Online (HIPO). Menggencarkan program Mawar Emas, yaitu pinjaman tanpa marjin berbasis masjid untuk memerangi praktik rentenir.

Kemudian mendorong kemudahan kredit bagi peternak sapi melalui program Lotim Berkembang. Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Selain itu, Farid juga berhasil menggeser posisi NTB dari aspek literasi dan inklusi keuangan. Yang tadinya di urutan paling bawah se Indonesia, bergeser ke urutan tengah. Selain juga sukses mengawal konversi Bank NTB, dari konvensional ke syariah penuh. Bahkan konversi ini menjadikan pertumbuhan keuangan syariah di NTB keberhasilannya melebihi ekpektasi. Dan menjadi salah satu percontohan nasional.

Dalam kesempatan kemarin, Farid menitipkan beberapa PR, dengan harapan dilanjutkan oleh pimpinan OJK NTB yang baru. Rico Rinaldy. Pertama soal literasi keuangan/pengetahuan masyarakat tentang industry jasa keuangan. Berdasarkan survei, tahun 2016 literasi keuangan syariah di NTB 5,09 persen, atau peringkat 23 nasional. Tahun 2019 naik menjadi 22,05 persen atau menjadi peringkat 3 nasional. Masyarakat juga lebih dekat mengakses keuangan dari lembaga keuangan yang resmi.

Kedua soal investasi bodong yang saat ini masih massif. OJK terus berjibaku memerangi investasi bodong agar masyarakat tidak terjebak dan tergiur oleh tawaran investasi menjadi cepat kaya. Apalagi dalam kondisi seperti ini serba terbatas, masyarakat dibujuk untuk menempatkan dananya dan dijanjikan keuntungan berlipat dalam waktu singkat. Skemanya tetap seperti multi level marketing. Masyarakat harus memperhatikan dari sisi legal dan logisnya.

Selanjutnya, ketiga NTB jika dilihat penyaluran kredit perbankan cukup bagus. Sektor yang tumbuh luar biasa adalah pertanian. Dan kontribusinya terhadap PDRB NTB cukup besar. Namun disatu sisi, yang menjadi perhatian OJK adalah kreditnya kepada para petani dalam arti luas sangat kecil. Tidak sebanding dengan kompisisi pertanian sebagai penopang PDRB.

“Perdagangan itu akses kreditnya 50 persen, pertambangan 50 persen. Tapi kalau pertanian ndak sampai 20 persen. Padahal PDRB pengaruhnya besar, tapi akses pinjaman sekitar 2,8 persen atau sekitar 3 triliun. Kalau 50 persen saja yang mengakses keuangan, itu luar biasa sekali. Ini tentunya perlu kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, OJK dan masyarakat dan industri keuangan. Kalau itu bisa dilakukan, efeknya akan luar biasa,” ujarnya.

Persoalan rendahnya akses keuangan petani ini apakah dipengaruhi ketidaktahuan petani terhadap lembaga keuangan. Takut mengakses keuangan, atau tidak tahu apa yang harus dilakukan. Karena itulah hal ini diharapnya menjadi perhatian. Sementara Rico Rinaldy mengatakan akan meneruskan program-program yang sudah dilaksanakan dan sedang dijalankan di NTB.

“Insya Allah. Apa – apa yang sudah dilakukan Pak Farid dan beberapa isu, terkait investasi bodong, mawar emas, tentunya kita akan kawal. Dan kami berharap ada kolaborasi di antara kita,” demikian Rico kepada media. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional