Kepala Dikes dan Lima Nakes di Kabupaten Bima Positif Covid-19

Rifai. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima, dr. Ganis Kristianto serta lima orang Tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di Puskesmas, dikabarkan konfirmasi atau dinyatakan positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bima, Rifai S.Sos M.AP membenarkan Kepala Dikes dan lima Nakes konfirmasi Covid-19. Hanya saja, hingga kini, belum dirilis Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB. “Ya kabar itu memang benar. Tapi belum dirilis,” kata Rifai kepada Suara NTB, Senin, 21 September 2020.

Iklan

Lebih lanjut dikatakannya, Kepala Dikes terkonfirmasi Covid-19, diduga akibat kontak fisik dengan salahseorang pasien yang pernah datang ke tempat prakteknya di Desa Tente Kecamatan Woha beberapa waktu lalu.

“Diduga dikontak oleh pasiennya. Tiga hari sebelum meninggal dunia, pasien pernah datang ke tempat praktek dan waktu itu pasiennya belum diketahui positif Covid-19,” katanya.

Ia mengaku, karena pernah kontak dengan pasien tersebut, Kepala Dikes langsung menjalani tes cepat (rapid test) serta swab test. Hasilnya yang bersangkutan reaktif -hingga dinyatakan konfirmasi Covid-19. “Hasilnya sudah diketahui, tapi belum dirilis resmi. Kemungkinan hari ini keluar rilisnya,” ujarnya.

Setelah dinyatakan positif Covid-19, Kepala Dikes langsung di bawah ke RSUD Bima untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut. Sebelum keluar hasil swab test hanya menjalani isolasi atau karantina mandiri di rumah selama 14 hari. “Sudah ditangani dan dibawah ke RSUD Bima. Kondisinya juga normal,” katanya.

Selain Kepala Dikes, lanjut Rifai, lima Nakes juga terkonfirmasi positif Covid-19. Masing-masing tiga orang Nakes dari Puskesmas Woha, 1 Nakes dari Puskesmas Belo dan seorang Bidan Desa di Dusun Woro Kecamatan Parado. “Ada lima Nakes juga, 4 orang perawat dan satu orang Bidan,” ujarnya.

Rifai menambahkan hingga saat ini data Covid-19 Kabupaten Bima tertanggal 20 September 2020 jumlah konfirmasi ada 50 orang, masih isolasi 8 orang, sembuh 40 orang dan meninggal dunia 2 orang. “Data ini di luar jumlah kasus konfirmasi Kepala Dikes dan 5 Nakes,” pungkasnya. (uki)