Kepala Daerah Fokus UMKM

H. Faurani. (Suara NTB/dok)

KAMAR Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi NTB menyambut gembira suksesnya pelantikan enam kepala daerah di Provinsi NTB. Para pemangku amanah ini diharapkan memberikan perhatian lebih pada pembangunan dunia usaha, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Seperti diketahui, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melantik enam kepala daerah di Gedung Graha Bhakti Praja, Jumat, 26 Februari 2021.

Enam kepala daerah ini masing-masing, Walikota dan Wakil Walikota Mataram. Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dompu, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bima.

Iklan

Ketua Kadin Provinsi NTB, H. Faurani, SE, M.BA mewakili dunia usaha berharap para kepala daerah yang baru dilantik ini harus “tancap gas”. Didukung dengan timnya dan karakter serta potensi daerah yang berbeda beda. Tantangan kepala daerah yang baru ini cukup berat. Ditengah pandemi Covid-19 yang masih belum berujung. “Kepala daerah tidak bisa berleha-leha, terlalu banyak masalah yang dihadapi masyarakat sekarang. Dunia usaha juga sudah megap-megap, banyak pengangguran. Kemiskinan. Kepala daerah yang sudah dilantik ini tengah menghadapi masalah besar,” katanya.

Mantan Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) NTB dua periode ini mengatakan, negara sudah kecil kemungkinannya diharapkan. Anggaran-anggaran negara sudah banyak dipangkas untuk penanganan pandemi Covid-19. Karena itu, kepala daerah dituntut piawai mencarikan jalan keluar. Agar ekonomi bisa tetap berjalan. Salah satu tulang punggung perekonomian adalah dunia usaha, yaitu UMKM.

Para pelaku usaha/bisnis bisa diajak menjadi mitra mencarikan solusi di tengah ekonomi yang serba berat ini. Akademisi dari perguruan tinggi juga bisa diajak berpikir untuk membangun ekonomi yang tengah terpuruk. Serta masyarakat lain yang memiliki bidang keilmuan yang berbeda-beda juga bisa diajak bekerjasama. “Yang akan memajukan daerah kembali adalah dunia usaha. Bicara pariwisata, dunia usaha yang terlibat. Bicara pertanian, dunia usaha juga yang ada di dalamnya. Muaranya adalah UMKM. Bukan perusahaan-perusahaan besar yang notabenenya akan menyerap tenaga kerja. Kuncinya adalah UMKM. Karena itu, kebijakan kepala daerah kita harapkan akan sangat pro kepada UMKM,” demikian H. Faurani. (bul)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional