Kepala BPBD dan Korem 162/WB Sidak Progres RTG

Kalak BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik memeriksa bangunan Riko di Gunung Sari, Lombok Barat. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos.,MH dan Danrem 162/WB Kol CZI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos.,S.Han turun lapangan mengecek progress pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG). Mereka turun di dua lokasi berbeda, guna memastikan pekerjaan Pokmas dan Fasilitator berjalan sesuai juklak juknis untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kepala BPBD Senin pagi kemarin turun ke empat dusun di Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat. Diantaranya Dusun Medas Desa Timur, Dusun Medas Desa Barat, Dusun Kapek Atas dan Dusun Kapek Bawah. Di desa ini, terdapat 23 Pokmas dengan 341 KK korban gempa yang ditangani. Mereka didampingi tujuh fasilitator.

Iklan

Dominan di empat dusun itu, dibangun dua jenis RTG, yaitu jenis Riko (Rumah Instan Konvensional) dan Risba (Rumah Instan Baja).

“Secara umum progresnya sudah rata rata di atas 80 persen, bahkan saya temukan sudah banyak yang sampai naik atapnya,” kata Ahsanul Khalik.

Diakuinya, dalam proses pembangunan RTG ada banyak masalah. Tak dipungkiri ini menjadi potensi penghambat. Namun dengan kemampuan komunikasi dan pendekatan para fasilitator, bisa menyelesaikan masalah yang muncul.

Ia mengajak untu terus bahu membahu untuk percepatan. Kebersamaan menurutnya akan menjadi kata kunci. “Karena dalam kondisi seperti saat ini, semua harus saling mengisi, bukan berarti kita menafikan masalah yang tentu ada saja di lapangan. Masalah itu bisa kita selesaikan kalau ada kebersamaan,” pungkasnya.

Terpisah, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani sehari sebelumnya melakukan sidak di Lingkungan Tegal Kelurahan Salagalas dan Lingkungan Gontoran Kelurahan Bertais Kecamatan Sandubaya Mataram.

Inspeksi mendadak ini dilakukan setelah personel Satgas Rehab Rekon melaksanakan cuti bersama lebaran Idul Fitri 1440 H.

Danrem 162/WB mengingatkan kepada personel Satgas untuk tetap konsisten dengan semangat saat bertugas, mengingat waktu sudah mepet.

“Waktu sudah mepet hingga akhir Agustus nanti, sehingga seluruh anggota Satgas harus tetap jaga kesehatan dan semangat agar bisa menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik,” ujar Danrem.

Menurutnya, Sidak dilakukan selain melihat langsung proses pembangunan rumah rusak, juga untuk memberikan motivasi dan semangat kepada personel Satgas karena tetap bekerja meski libur.

“Ini wujud perhatian satuan wilayah kepada anggota Satgas Rehab Rekon yang berasal dari berbagai satuan Zeni di luar NTB,” ungkap Alumni Akmil 93 tersebut.

Ia mengajak semua pihak, sama sama berdoa agar proses percepatan rehab rekon berjalan lancar . “Sehingga saudara-saudara kita terdampak gempa secepatnya punya rumah kembali,” tutupnya. (ars)